Suasana Maulid Nabi di Kandang 'Jawara'

Tim Editor

Acara Maulid Nabi sekaligus deklarasi dukungan kepada Jokowi-Maruf di Pondok Pesantren Nurussamawati Wal Ard. (Sahroji/era.id)

Serang, era.id - Umat Islam seluruh dunia memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal 1440 H, yang jatuh pada hari ini, Selasa (20/11/2018).

Berbagai cara pun dilakukan untuk menyambut kelahiran tokoh paling berpengaruh dalam dunia Islam tersebut, salah satunya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurussamawati Wal Ardi di Serang, Banten. 

Sejak kemarin, para santri dan pengurus ponpes dibantu masyarakat sekitar pun mempersiapkan segala hal untuk kelancaran acara. Menariknya, dalam peringatan Hari Maulid --sebutan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW-- para peserta dan tamu yang hadir banyak didominasi oleh para pendekar pencak silat. 


Suasana acara Maulid Nabi sekaligus deklarasi dukungan kepada Jokowi-Maruf di Pondok Pesantren Nurussamawati Wal Ardi. (Sahroji/era.id)

Berbeda dengan kebanyakan peringatan Maulid pada umumnya, yang banyak menampilkan kesenian rebana atau hadrah --alat musik khas Timur Tengah-- di ponpes ini justru menampilkan musik kendang pencak khas Jawa Barat. 

Musik ini biasanya menjadi pengiring saat para pesilat mengeluarkan jurus-jurusnya. Di Banten sendiri, musik ini juga biasa mengiringi para pemain kesenian debus.

Harmonisasi suara terompet, yang saling bersahutan dengan pukulan gong dan gendang yang ditabuh semakin menambah kesan sakral dan sangat Indonesia dari peringatan Maulid kali ini. 


Suasana acara Maulid Nabi sekaligus deklarasi dukungan kepada Jokowi-Maruf di Pondok Pesantren Nurussamawati Wal Ardi. (Sahroji/era.id)

Kepada era.id, pimpinan Ponpes Nurrussamawati Wal Ardi, KH. Tb. M Ali Nurdin Quraisy, menceritakan bahwa peringatan Maulid kali ini sekaligus dengan launching padepokan Pencak Silat Panca Tunggal, yang merupakan seni bela diri khas Banten. 

"Maulid ini sekaligus launching padepokan Panca Tunggal, tujuannya selain mengingat perjuangan Nabi Muhammad, juga untuk melestarikan kesenian khas Indonesia yang tidak boleh terlupa," tutur pria yang akrab disapa Abah, yang juga guru besar Pencak Silat Panca Tunggal, Selasa (20/11/2018).


Pimpinan Ponpes Nurrussamawati Wal Ardi, KH. Tb. M Ali Nurdin Quraisy. (Sahroji/era.id)

Selain memperingati Maulid Nabi, lanjut Abah, peringatan kali ini juga sekaligus dukungan terhadap paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Pemilu Presiden 2019. 

Abah mengatakan, dirinya merupakan salah satu murid dari KH. Mohammad Amin yang merupakan ayahanda dari cawapres Ma'ruf Amin. 

"Saya dahulu belajar beberapa ilmu agama dengan ayah beliau. Jadi, saya paham betul bagaimana kapasitas ilmu kiai Ma'ruf Amin, karena ayahnya saja orang pintar, " kenang Abah. 


Pondok pesantren Nurrussamawati Wal Ardi dan padepokan silat Panca Tunggal. (Sahroji/era.id)

Bukti dukungan itu pun terlihat dari beberapa spanduk peringatan Maulid nabi yang terpampang foto Ma'ruf Amin bersama calon petahana Jokowi. Beberapa panitia juga memasang pin Jokowi-Ma'ruf di baju mereka. 

Selain membacakan riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW, nanti juga akan ditampilkan kesenian Pencak Silat Panca Tunggal, berikut dengan kesenian debus yang keseluruhan dimainkan oleh para santri ponpes.


Salah satu pesilat yang mempertunjukkan aksinya. (Sahroji/era.id)

Tag: jokowi-maruf amin maulid nabi 2018

Bagikan: