Hottest Issue Pagi, Jumat 23 November 2018

Tim Editor

Hottest Pagi(Mahesa/era.id)

Jakarta, era.id - Selamat pagi pembaca setia era.id, kami memiliki sejumlah berita menarik untuk mengawali aktivitas anda. Ada kabar seorang wisatawan yang nekat untuk menyambangi suku primitif dan terpencil di Pulau Sentinel, kemudian ada kabar Gubernur nonaktif Zumi Zola yang mengakui perbuatan korupsinya, sampai dengan kabar mantan preman Hercules yang kembali ditahan. Semua terangkum dalam panas pagi ini.



1. Suku Sentinel Bunuh Misionaris Asing



Seorang turis asal Amerika Serikat (AS) dikabarkan tewas setelah mencoba mengunjungi suku yang terisolir di Pulau Sentinel Utara, Kepulauan Andaman di India. 

Dikutip media lokal India, Hindustan Times, Kamis (22/11) John Allen Chau (27)  yang seorang misionaris nekat melakukan perjalanan ke sana. Chau ingin memperkenalkan agama kristen kepada suku yang ada di pulau itu. Namun nahas, ia harus tewas oleh penduduk asli pulau yang tak lain adalah Suku Sentinel.

Suku Sentinel merupakan penduduk asli pulau tersebut, yang selama ini terisolasi dan tak pernah melakukan kontak dengan dunia luar. Menurut Business Insider, populasi suku ini berada di bawah 50 orangd dan keberadaan mereka sendiri dilindungi oleh Pemerintah India.

Sebelum pergi ke Sentinel Utara, Chau sempat menuliskan sejumlah catatan yang kemudian diserahkan kepada nelayan lokal. Dalam catatan bertanggal 15 November, Chau berkata dia membawa Kitab Suci yang sempat tertembus anak panah saat dia berusaha menuju ke sana. 

Adapun pesan terakhir Chau diberikan ke keluarganya pada 16 November. Dalam pesannya, Chau berujar keluarganya bakal menganggap dia gila. "Namun, saya merasa itu layak diperjuangkan. Tolong jangan marah jika saya nantinya tewas," ujar Chau dalam suratnya.


2. Pertamina Prema di F2

Tim Pertamina Prema Theodore Racing bertekad menutup balapan Formula 2 2018 dengan manis dan sesuai jadwal di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 23-25 November.
 

Dua pebalap Pertamina, Nyck de Vries dan Sean Gelael saat ini mulai fokus untuk menyiapkan kendaraan maupun persiapan kualifikasi mengingat dua faktor ini sangat menentukan dalam upaya mengejar poin maksikmal.

"Saya akan memberikan 110 persen pada seri terakhir ini. Tentunya akan berusaha memberikan yang terbaik bagi tim. Untuk klasemen pebalap, saya akan berusaha masuk ke tiga besar musim ini. Saya fokus dan berkonsentrasi untuk meraih podium di Yas Marina," kata de Vries dalam keterangan resminya.

Pebalap muda asal Belanda ini pada klasemen sementara Formula 2 berada di posisi empat dengan raihan 184 poin atau unggul 13 poin dari pebalap tim Carlin, Lando Norris.

3. Dosen Terpapar Radikalisme



 Sejumlah kampus, dosen hingga mahasiswa sudah terdeteksi ada yang terpapar radikalisme. Teruntuk buat dosen, kalian diminta memilih. Mau untuk dibina agar cinta NKRI atau silakan ke luar dari kamus.

BIN mencatat ada tujuh perguruan tinggi negeri terpapar radikalisme. 39 persen mahasiswa di 15 provinsi terdeteksi ketertarikannya terhadam radakalisme, mulai dari tingkatan rendah sampai tinggi. Laporan itu sudah didapat juga oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir.

Baca Juga: Dosen Terpapar Radikalisme, Pilih Dibina atau Dipecat?

"Kalau dibina, maka harus kembali ke NKRI, tapi kalau tidak, maka harus keluar dari jabatannya sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN)," kata Menteri Nasir usai jadi pembicara diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Informasi dari BIN membuat Nasir sudah mengeluarkan tugas khusus kepada seluruh rektor. Mereka diminta untuk melakukan "profiling" terhadap dosen dan mahasiswa yang terpapar radikalisme.    

Kemenristekdikti mengakui ada beberapa dosen yang sudah dilakukan pembinaan. Ada dosen yang ada di Semarang, Surabaya, Bandung dan Solo dan beberapa daerah lainnya. Setelah dibina, mereka diminta menyatakan ikrar dan menandatangani pakta integritas kembali ke NKRI. 

4. Hercules Ditahan Lagi

Hercules Rozario Marshal atau Hercules sudah lama dikenal warga Ibu Kota sebagai preman yang amat disegani. Kemarin, Polres Metro Jakarta Barat menangkap Hercules Rozario Marshal dengan tuduhan melakukan perusakan dan aksi pendudukan terhadap lahan ruko milik PT Nila Alam di Kalideres, Jakarta Barat. Aksinya dianggap sebagai bentuk premanisme oleh polisi.

"Kasusnya itu terkait dengan penyerangan kompleks ruko di Kalideres, PT Nila, oleh 60 orang preman yang dipimpin langsung oleh Hercules. Jadi dia melakukan penyerangan, kemudian mengambil alih kantor pemasaran, kemudian menguasai lahan secara tidak sah. Kemudian ada juga beberapa ruko pun disewakan. Pemilik ruko juga dimintai uang setiap bulannya oleh kelompok Hercules ini," papar Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, seperti dikutip Antara, Kamis (22/11).

Ini bukan kali pertama bagi Hercules, beberapa tahun lalu ia pernah ditahan dengan kasus serupa terkait kasus pemerasan di wilayah Puri Kembangan, Jakarta Barat. Tak berselang lama, Hercules kembali ditangkap oleh tim pemburu preman

Dalam kasus ini, polisi sudah menggeledah kediaman Hecules di Kembangan pada Rabu (21/11). Dari penggeledahan, polisi menyita surat kuasa lapangan dari HM kepada Hercules. Saat ini HM juga diperiksa polisi.

5. Zumi zola Akui Korupsi



Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola Zulkifli mengakui perbuatannya dalam tindak pidana korupsi. Zumi didakwa melakukan suap terhadap pimpinan dan anggota DPRD Jambi dan menerima gratifikasi terkait sejumlah proyek di Pemprov Jambi. 

"Berbagai penerimaan untuk kepentingan keluarga saya yang semuanya saya akui adalah langkah yang salah untuk berbakti kepada keluarga saya. Tiada lain karena saya masih belum mencapai pemikiran yang matang agar dapat dapat membalas budi orang tua saya dengan cara yang benar," kata Zumi dalam sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (22/11/2018).

Baca Juga: Gentleman Akui Korupsi, Zumi Minta Keringanan Hukuman

Air mata Zumi akhirnya tak terbendung, ketika ia meminta maaf kepada keluarganya, orangtuanya dan istri serta anaknya. Sebab, ia merasa tidak menjalankan kewajiban sebagai kepala keluarga yang baik.


Selama persidangan Zumi mengatakan telah bersikap kooperatif selama proses penyidikan. Salah satu bentuk kooperatif yang dimaksud ialah membongkar adanya permintaan uang dari pihak DPRD Provinsi Jambi setiap kali ada pengesahan RAPBD Pemprov Jambi sejak tahun 2016.

Atas sikap kooperatif itu, Zumi berharap agar mendapatkan hukuman penjara ringan. Ia juga berharap mendapat pidana denda yang sedikit karena dalam kondisi ekonominya yang terpuruk. 

"Saya harap setelah selesai saya menjalani hukuman, saya mendapatkan pengakuan sebagai gentleman yang sportif dan berterus terang," lanjutnya.

Tag: hottest issue

Bagikan: