Hottest Issue Pagi, 28 November 2018

Tim Editor

Ilustrasi Hottest Issue Pagi (Mahesa/era.id)

Jakarta, era.id - Mengawali hari ini sejumlah artikle telah kami rangkum, sebagai teman beraktifitas kalian pagi ini. Mulai dari kabar pria Suriah yang tang tertahan di Bandara Kualalumpur Malaysia dan akhirnya mendapat suaka, proyek bayi pertama yang lahir dari hasil rekayasa genetika, hingga Sari Roti yang didenda Rp2,8 miliar akibat telat melaporkan hasil akusisi perusahaan, semua kami sajikan dalam Hottest issue pagi 28 November 2018

1. Bayi Rekayasa Genetika Lahir di China



Seorang peneliti Cina mengklaim laboratoriumnya telah berhasil menciptakan bayi pertama hasil rekayasa genetika. Sebuah eksperimen kontroversial, yang jika benar, akan menjadi lompatan besar ilmu pengetahuan di dunia.

Peneliti He Jiankui, lulusan Universitas Sains dan Teknologi Selatan di Shenzhen menyebut dirinya telah berhasil menciptakan dua bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang lahir bulan November ini menggunakan CRISPR, sebuah alat yang berfungsi 'mengotak-atik' DNA.

Dua bayi kembar itu dilahirkan melalui fertilisasi in-vitro (IVF) atau bayi tabung. Perbedaannya dengan metode bayi tabung biasanya adalah proses modifikasi embrio oleh para peneliti sebelum akhirnya dimasukkan ke rahim kembali. 
 

Setelah proses isolasi telur (ovum), para peneliti akan mengirimkan “sedikit protein,” dalam rangka memodifikasi gen/DNA calon bayi. Dalam penemuan pertama Jiankui itu, modifikasi gen yang ia rancang ditujukan untuk melindungi bayi dari infeksi HIV di masa depan.

"Dua gadis Cina kecil yang cantik, bernama Lulu dan Nana, lahir dan menangis ke dunia, sama sehatnya dengan bayi lain beberapa minggu yang lalu," katanya dalam sebuah video yang diunggah di YouTube. "Kini, gadis-gadis itu telah pulang ke rumah bersama ibu mereka, Grace, dan ayahnya, Mark."


2. Kanada Tampung Hasan Al-Kontar


Masih ingat dengan kisah pria asal Suriah yang menghabiskan kurang lebih tujuh bulan tinggal dan terjebak di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia karena masalah keimigrasian. Ya layaknya film The Terminal yang diperankan oleh Tom Hanks, Hassan al-Kontar harus tinggal di bandara sejak Maret 2018 lalu.

Melalui akun media sosialnya, ia kerap mengabarkan kegiatannya selama tinggal di bandara. Hingga pada akhirnya suakanya dikabulkan oleh pemerintah Kanada melalui British Columbia Muslim Association dan Canada Caring Society yang menerima Hassan sebagai pengungsi.

"Hari ini, saya berada di Bandara Internasional Taiwan. Besok, saya akan mencapai tujuan akhir Vancouver, Kanada," ucapnya melalui unggahan di Twitter, Selasa (27/11). 

Dia mengatakan, banyak orang dari seluruh dunia membantu mengumpulkan uang untuk membawa Kontar ke Kanada. Di sana ia akan ditawari pekerjaan pada bidang perhotelan di kawasan Whistler.

Seperti diwartakan BBC. Hassan terpaksa terjebak di KualaLumpur, Malaysia, setelah konflik Suriah pecah pada 2011. Pria berusia 37 tahun itu terus berjuang mencari suaka ke berbagai negara karena tak bisa kembali ke Suriah, hingga pada 2017, visa yang didapatnya malah membuatnya dideportasi ke Malaysia.
 

Telantar di area transit bandara, membuatnya seperti film The Terminal yang pernah dimainkan oleh Tom Hanks pada 2004. Dia kerap mendokumentasikan kegiatannya di bandara dan mengunggahnya di media sosial dengan tulisan yang terkadang lucu dan tak jarang justru memilukan. 

"Selama delapan tahun terakhir ini merupakan perjalanan yang berat dan panjang. Selama 10 bulan terakhir sulit. Saya tidak dapat melakukannya tanpa bantuan keluarga saya, teman-teman Kanada saya, keluarga, dan pengacara saya. Terima kasih semua. Saya mencintai kalian semua," Tutur Hassan Al-Kontar.


3. Sari Roti Didenda Rp2,8 M


Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk atau Sari Roti dengan menjatuhkan denda Rp2,8 miliar. Atas keterlambatan pemberitahuan pengambilalihan (akusisi) saham PT Prima Top Boga.

Penjatuhan hukuman dibacakan oleh Ketua Majelis Komisi Ukay Karyadi dalam sidang perkara KPPU Nomor 07/KPPU-M/2018, pada Senin (26/11). Sari Roti dinilai telah melakukkan upaya monopoli perusahaan dagang.

Di mana Sari Roti melanggar Pasal 29 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli jo Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan Badan Usaha yang Dapat Menimbulkan Monopoli. Dari dua aturan itu menyebut, pengambilalihan atau penggabungan badan usaha wajib dilaporkan paling lama 30 hari, sejak badan usaha itu diakusisi. 

Dalam putusannya Sari Roti mengakuisisi 50,99 persen saham PT Prima Top Boga pada tanggal 24 Januari 2018, sebanyak 32.051 lembar saham. Sari Roti mengambil alih dengan cara menambah modal senilai hampir Rp31,5 miliar. Menurut majelis, berdasar penghitungan hari kalender, pemberitahuan akuisisi ini seharusnya diberitahukan kepada KPPU paling lambat pada tanggal 23 Maret 2018. 

"Namun terlapor (ROTI baru) melaporkan pengambilalihan saham pada tanggal 29 Maret 2018," tulis KPPU seperti dikutip dari situs KPPU, Selasa (27/11/2018).


4. Aplikasi Penganut Kepercayaan



Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta meluncurkan aplikasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Smart Pakem). Aplikasi ini fungsinya menerima laporan dari masyarakat terkait ormas atau aliran kepercayaan yang dianggap menyimpang dari ajaran agama.

Aplikasi pengawasan itu sudah bisa diunduh melalui Google Play Store dan App Store. Beberapa fitur di antaranya memuat informasi mengenai daftar ormas dan aliran kepercayaan, termasuk nama pimpinan dan alamat. Tersedia juga kolom tentang fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Aplikasi yang diluncurkan pada Kamis (22/11) lalu mengundang pro-kontra di sejumlah tokoh politik.

Baca Juga: Pro Kontra Aplikasi Pengawas Aliran Kepercayaan

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil, misalnya, menanggapi keberadaan aplikasi ini sebagai hal positif dan merupakan langkah maju karena masyarakat memiliki saluran yang tepat dalam melaporkan pihak-pihak yang dianggap mengembangkan aliran kepercayaan maupun aliran yang diduga menyimpang.

Juru Bicara PSI Guntur Romli menyebut, alasan partainya menolak aplikasi tersebut karena satu lembaga, Kejaksaan, tidak bisa melakukan penghakiman terhadap aliran kepercayaan yang menyimpang.


5. Pencarian KM Multi Prima



Tim SAR Mataram terus melakukan pencarian terhadap tujuh korban dari KM Multi Prima I yang tenggelam di perairan Pulau Kapoposang Bali, perairan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (24/11). Pihak keluarga korban meminta agar Basarnas pusat untuk memberikan bantuan pencarian para korban yang hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, di Mataram, mengatakan upaya pencarian terhadap tujuh korban belum membuahkan hasil hingga hari ketiga. Tim SAR masih akan memperluas area penyisiran hingga perairan Pulau Sedapur, Kabupaten Sumbawa.

"Rencana besok masih melakukan penyisiran sesuai dengan SAR Map. Lokasi pencarian diperluas hingga ke perairan Pulau Sedapur, Kabupaten Sumbawa," kata Sidakarya seperti dikutip dari Antara.

Menurut informasi, kata dia, seluruh korban menggunakan rompi penolong, sehingga ada kemungkinan korban terdampar di Pulau Sedapur. Upaya pencarian di sekitar Pulau Sedapur yang berada di selatan Pulau Kapoposang Bali, dilakukan karena arus dan angin cenderung mengarah ke sana.

Tag: hottest issue

Bagikan: