Pesawat Buatan Indonesia Diekspor ke Thailand

Tim Editor

Pesawat terbang NC212i (Foto: Dokumentasi PT. DI)

Bandung, era.id – PT. Dirgantara Indonesia (DI) melakukan pengiriman satu unit pesawat terbang NC212i ke Thailand. Di pasar ekspor, Thailand merupakan pelanggan setia pesawat terbang buatan PT. DI.

Pengiriman pesawat tersebut bagian dari kontrak pengadaan dua unit pesawat NC212i pada 17 Maret 2017 antara PT. DI; A.I.C.E. Enterprises (Thai) Co., Ltd.; dan Department of the Rain Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand.

Pesawat tersebut diterbangkan Selasa (22/10/2019) dari Hanggar Delivery Center PT. DI, Jalan Pajajaran, Bandung, menuju Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand. Pesawat direncanakan tiba 24 Oktober 2019. Sementara sisa satu pesawat lagi rencananya akan diserahterimakan akhir tahun ini.

Pelepasan pesawat dilakukan Direktur Niaga PTDI, Ade Yuyu Wahyuna. Pesawat diterbangkan Capt. Esther Gayatri Saleh, Chief Test Pilot PTDI sebagai Pilot In Command Ferry and Acceptance Mission, dan Capt. Ervan Gustanto sebagai Chief the Mission Copilot, dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Bandara Hang Nadim, Batam.

Selanjutnya, pesawat diterbangkan menuju Bandara Internasional Hat Yai, Thailand, bagian selatan di dekat perbatasan Malaysia dan dilanjutkan ke Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, sebagai destinasi terakhir.

Ade Yuyu Wahyuna menjelaskan, pesawat terbang NC212i ini dapat digunakan sebagai passenger transport, VIP, cargo, rain making, troop/paratroop transport dan medical evacuation yang dapat dipasang bergantian sesuai dengan kebutuhan operasional MOAC Thailand.

“Pesawat NC212i tersebut telah sepenuhnya dikerjakan oleh PT. DI, artinya PT. DI adalah satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang saat ini memproduksi pesawat NC212i,” kata Ade, melalui siaran pers yang diterima era.id.

Dijelaskan, pesawat NC212i merupakan pesawat multiguna generasi terbaru dari NC212 dengan kapasitas 28 penumpang, memiliki ramp door, kabin yang luas dikelasnya, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern, biaya operasi yang lebih rendah namun tetap kompetitif di pasar pesawat kecil.

Sampai saat ini PT. DI telah melakukan pengiriman pesawat dan helikopter, baik dalam dan luar negeri, sebanyak 443 unit. PTDI telah memproduksi pesawat NC212 sebanyak 114 unit untuk dalam negeri maupun luar negeri, dari total sebanyak 585 unit populasi pesawat NC212 series di dunia.

Adapun operator dalam negeri yang menggunakan pesawat NC212 series adalah TNI AU, TNI AD, TNI AL, Kepolisian, BPPT, di mana pesawat NC212 series tersebut digunakan untuk pesawat angkut sipil, militer dan Maritime Surveillance Aircraft (MSA). Sedangkan operator luar negerinya adalah negara Thailand untuk pesawat angkut militer dan modifikasi cuaca (rain making), Filipina dan Vietnam untuk pesawat angkut militer.

Prospek industri pesawat terbang saat ini memiliki pangsa pasar yang cukup besar, terutama di pesawat komersial. Adapun kebutuhan pesawat NC212i dunia untuk 10 tahun ke depan yakni sebanyak 255 unit. Rencana ekspansi PTDI ke depannya adalah pada Asia Pasifik dan Afrika.

PT. DI akan meningkatkan kapasitas produksi pesawat NC212i yang semula 4 pesawat per tahun, menjadi 6 pesawat per tahun, yang akan dimulai pada tahun depan untuk memenuhi target kebutuhan NC212i selama 10 tahun ke depan.

Lebih lanjut, Ade bilang di pasar ekspor, Thailand merupakan pelanggan kedua yang paling banyak membeli pesawat terbang buatan PT. DI karena dianggap sesuai dengan medan dan kebutuhan pertahanannya. Selain itu, letak geografis Thailand yang dekat dengan Indonesia mempermudah kegiatan dukungan purna jual (after sales support).

Di tahun 1978, MOAC Thailand membeli dua unit pesawat terbang NC212, kemudian di tahun 1980 membeli dua unit dan tahun 1982 membeli lagi satu unit, dan tahun 1999 membeli dua unit CN235 Military Transport.

Thailand juga membeli pesawat terbang C212-400 untuk melakukan hujan buatan. Sehingga total pesawat terbang yang telah dibeli Thailand hingga saat ini mencapai 8 unit.

Tag: dunia penerbangan pesawat terbang

Bagikan: