Politisi yang Bergaya Muda Demi Milenial

Tim Editor

Politisi bergaya muda (era.id)

Jakarta, era.id - Hari Minggu pertama bulan Maret tahun ini, Presiden Joko Widodo mengunggah video blogging atau vlog saat berlatih tinju di Kompleks Istana Bogor. Menurut Jokowi, tinju bukan hanya melatih fisik dan membuat tubuh bugar, tapi bisa menjernihkan pikiran.

Perhatian bukan hanya tertuju pada sarung tinju warna merah yang dikenakan Jokowi, tapi cara dia menyampaikan pesan melalui vlog. Video berjudul #JKWVLOG TINJU itu jadi penegas Jokowi gemar memublikasikan rutinitas santainya menggunakan cara yang sedang disukai generasi milenial.

Kenapa harus pakai vlog? Cari perhatian generasi milenial? Mungkin saja.


Presiden Joko Widodo (Youtube JKWVLOG)

Berdasarkan data SMRC, pemilih usia 17-38 tahun pada Pemilu 2019 mencapai 55 persen. Jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan daftar pemilih tetap pada Pemilu 2014 yang jumlahnya 190 juta jiwa. Suara pemilih muda sudah pasti jadi rebutan politikus karena bakal menentukan kemenangan pemilu.

Jokowi yang sudah dapat tiket bakal capres pada Pemilu 2019 pernah melakukan hal serupa saat masa kampanye Pilpres 2014.  Waktu itu yang sedang tren adalah selfie, dan Jokowi ber-selfie bareng pendampingnya, Jusuf Kalla.

Hasil selfie-nya kemudian diunggah di Facebook dan dalam hitungan menit sudah menggegerkan jagat maya. Foto dia yang tersenyum bareng JK langsung jadi bahan obrolan anak-anak muda.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Taufik Febri, mengatakan elektabilitas seorang figur bisa naik jika terus bersosialisasi dan mendekatkan diri dengan calon pemilih. Jika sudah populer, akan lebih mudah bagi figur tersebut mengenalkan gagasan dan menarik pemilih memberikan suaranya.

"Yang pasti, para tokoh harus dikenal lebih banyak minimal 70 persen, disukai lebih banyak, dan memiliki program yang bisa menjangkau masyarakat luas," kata Taufik, kepada era.id.


Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Instagram)

Selain Jokowi, ada politikus lain yang sering terlihat sedang bertransformasi jadi anak muda. Satu di antaranya adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Soal gaya, Cak Imin terlihat lebih kekinian dan ceria. Dia aktif mengunggah foto kegiatannya di media sosial dengan akun @cakiminow. Kata now di belakang nama Cak Imin bisa jadi terilhami dari kata jaman now yang lagi ngetren. 

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu rajin berkeliling daerah dan menemui komunitas muda sambil mengendarai skuter atau motor trail.


Moeldoko (Instagram)

Kemudian, ada Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko yang juga aktif mengunggah foto kegiatannya di media sosial. Dalam banyak kesempatan, mantan Panglima TNI itu kerap bergaya mengenakan jaket vest dan bertemu anak-anak muda pecinta musik.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Hanura itu juga sering menggugah semangat anak-anak muda melalui status yang ditulis di media sosial.


Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Instagram)

Ketua Umum PPP Romahurmuziy enggak mau ketinggalan. Dia yang didorong jadi calon wakil presiden oleh PPP sering tampil menunjukkan kemahirannya membetot bass. Romi juga menyempatkan diri menyaksikan Java Jazz Festival 2018.

Terakhir, Agus Harimurti Yudhoyono. Mantan anggota TNI berpangkat terakhir mayor ini masih baru di panggung politik. Tapi dia sudah dipercaya memegang tanggung jawab besar jadi komandan pemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2019. Agus yang kerap tampil army look juga sudah bersafari politik keliling Indonesia.

Berdasarkan hasil survei Indo Barometer untuk Pemilu 2019, elektabilitas Jokowi dan Agus Yudhoyono berada di urutan tertinggi (48 persen) jika berduet sebagai capres-cawapres. Elektabilitas Jokowi-Agus unggul dari simulasi jika Jokowi berpasangan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menkeu Sri Mulyani, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko PMK Puan Maharani, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.


Agus Yudhoyono (Instagram)

Sama dengan Agus, Cak Imin, Moeldoko, dan Romi juga masuk bursa bakal cawapres. Cak Imin punya elektabilitas di atas Romi sebagai bakal cawapres dari kalangan Islam. Adapun elektabilitas Moeldoko sebagai bakal cawapres berdasarkan hasil survei LSI Denny JA mencapai 18,0 persen.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Kuskridho Ambardi, menilai pencitraan politikus yang tampil muda jadi satu cara menjaring dukungan dari milenial. Mencitrakan diri sebagai figur muda bisa berhasil jika strateginya jelas, meski belum tentu membawa dampak elektoral.

"Pencitraannya bisa menjangkau milenial. Tapi harus dilihat, ada perilaku yang berubah enggak dari generasi milenial ini?" ujar Kuskridho.


 

Tag: muda beda dan berbahaya

Bagikan: