Jaksa Beberkan Kesalahan Aman Abdurrahman

Tim Editor

Terdakwa bom Thamrin Aman Abdurrahman di PN Jaksel (Sandi/era.id)

Jakarta, era.id - Tak ada raut bersalah dari wajah Aman Abdurrahman. Dia tampak tersenyum sinis, padahal hukuman mati menanti jika hakim mengabulkan tuntutan jaksa untuk terdakwa bom Thamrin itu.

Merujuk pada hasil assessment psikolog yang dibacakan jaksa di ruang sidang, Aman Abdurrahman dikategorikan sebagai sosok yang sangat tenang dan percaya diri. Aman, yang dijuluki pengikutnya sebagai singa tauhid, mengklaim sebagai orang pilihan.

"Hasil assessment psikolog diketahui terdakwa sangat tenang dan percaya diri dengan apa yang dipikir dan diucap," kata jaksa Maya Sari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Yang berbahaya, jaksa menjelaskan kalau Aman Abdurrahman ini sudah merilis materi ceramah aliran radikal ke YouTube dan dalam format mp3. Sehingga semua ajaran itu dengan mudah tersebar ke para pengikutnya. Aman Abdurrahman juga dikenal di kalangan jihadis karena dianggap berkomitmen terhadap ideologi radikalnya.

Jaksa mengategorikan Aman Abdurrahman sebagai ideolog. Maksudnya, sosok Aman Abdurrahman dianggap sangat berpengaruh dan bisa menentukan tindakan para pengikutnya.

Baca Juga: Apa yang Bikin Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati?



"Karena memiliki kemampuan meradikalisasi orang bahkan napi-napi kriminal lainnya karena dapat memberi arahan dan batasan perbuatan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan," beber Maya.

Buat tim jaksa, Aman Abdurrahman diyakini sebagai penganjur dan penggerak kepada para pengikutnya untuk melakukan jihad amaliah teror. Propaganda Aman Abdurrahman terbukti berhasil sehingga para pengikutnya beraksi dan menimbulkan banyak korban.

Baca Juga: Penjagaan Ketat Sidang Aman Abdurrahman

Aman Abdurraman diduga menjadi otak di balik beberapa organisasi teroris yang beraksi di Indonesia. Dia bertugas sebagai penyebar paham radikalisme melalui dakwah dan pengajaran tatap muka berupa mentoring kepada sejumlah pemimpin organisasi, salah satunya pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Zainal Anshori.
 
Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman adalah terdakwa kasus bom Thamrin yang terjadi di pos polisi pada Januari 2016.

Aman dituduh berperan sebagai pengendali di balik teror tersebut. Dia juga dianggap berperan dalam perekrutan pelaku aksi teror. Dalam kasus itu, Aman dijerat Pasal 14 Jo Pasal 6 Perppu No 1/2002 sebagaimana ditetapkan menjadi UU 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan kedua Primer Pasal 14 jo Pasal 7 Perppu No 1/2002 sebagaimana ditetapkan jadi UU 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.








Foto-foto pengamanan super ketat di PN Jaksel saat sidang tuntutan Aman Abdurraham (Yohanes/era.id)

Tag: teror bom di as teroris bom surabaya kerusuhan di mako brimob

Bagikan: