Mengenang Sosok Rasdullah: Tukang Becak yang Ingin Jadi Gubernur DKI Jakarta

| 20 Apr 2022 15:30
Mengenang Sosok Rasdullah: Tukang Becak yang Ingin Jadi Gubernur DKI Jakarta
(Projeck Multatuli)

ERA.id - Rasdullah, tukang becak dan bakal calon gubernur DKI Jakarta tahun 2002, meninggal dunia di Jakarta, 5 April 2022, pukul 21:15 WIB. Nyaris kepergiannya tanpa hiruk pikuk pemberitaan media arus utama. Padahal, semasa hidup, ia adalah newsmakers dan tukang becak paling populer se-Jakarta. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyempatkan melayat ke rumah duka di Jakarta Utara. Karena kedatangan Anies, beberapa media pada akhirnya menulis tentang Rasdullah. 

Rasdullah bukan pejabat tinggi. Ia sama seperti tukang becak pada umumnya. Namun, ia diberikan amanah oleh temannya sesama tukang becak untuk menjadi Ketua Serikat Becak Jakarta atau Sebaja.

Seragam Sebaja (architectureurban.wordpress.com)

Menjadi ketua serikat, Rasdullah kerap mengorganisasi teman-temannya untuk mengadakan aksi demonstrasi di depan Balai Kota maupun Istana Merdeka. Tujuannya cuma satu, memperjuangkan keadilan bagi tukang becak di Jakarta. 

Kepamoran namanya berawal dari keberaniannya mengajukan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode 2002—2007. Dalam pemberitaan Tempo.co, 1 September 2003, ada 71 calon gubernur dan 47 calon wakil gubernur diundang untuk mengikuti rapat paripurna DPRD DKI yang dipimpin oleh Paniti Pemilihan Gubernur HM. Suwardi. Di antara 71 calon gubernur itu namanya Rasdullah ada dan tertulis nama profesinya ialah pengemudi becak. 

Keberanian Rasdullah tersebut membuat geger publik Jakarta, sebab tukang becak akan berlaga di pemilihan gubernur.

Dengan wawancaranya bersama Wimar Witoelar di Perspektif Baru, Rasdullah mengatakan "Pencalonan saya sempat ditolak panitia dengan alasan tidak mempunyai ijazah dan tidak sekolah. Saya mengatakan, siapa yang mengatakan saya tidak sekolah. Sekolah ada dua jenis yaitu sekolah formal dan informal. Nah saya sekolah informal yang turun langsung ke lapangan sehingga tahu persis permasalahan-permasalahan masyarakat. Sedangkan bapak-bapak panitia sekolah formal yang memakai waktu. Kalau saya sekolah yang tidak pakai waktu. Siang-malam saya sekolah di lapangan. Ketemu pengemudi becak maka saya sekolah dengan pengemudi becak. Ketemu  penjual koran maka saya sekolah sama penjual koran."

Wimar mengagumi sikap Rasdullah itu. "Saya dulu mendengar nama Pak Rasdullah sewaktu menjadi bakal Calon Gubernur DKI Jaya. Saya tidak sempat menemui Anda, tapi saya kagum dan senang sekali setelah sekian tahun bisa bertemu."

Ketika itu, Rasdullah dan bakar calon gubernur lainnya harus melawan Sutiyoso yang petahana. Dari Sutiyoso-lah peraturan pelarangan becak di DKI Jakarta dibentuk. Larangan itu tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, pada Pasal 9 Ayat 1 butir b bahwa setiap orang atau badan dilarang mengoperasikan dan menyimpan becak.

 

Perjuangan Membela Kawan-Kawannya

Ke Jakarta lagi

Ya merantau lagi

Narik becak lagi

Ribut digaruk lagi

 

Kitalah ngumpul lagi

Kita bersatu lagi

Kita berjuang lagi

Lawan Pemprov DKI

 

Kita bergabung lagi

Kta bersatu lagi

Kita berjuang lagi

Lawan Pemprov DKI

 

Kita ingin bertemu 

Kita akan bersatu

Kayak zaman dulu

Kita pasti berani

 

Itu lagu berjudul "Ke Jakarta" gubahan dari lagu yang dibawakan Yoshica Komara. Sang penggubahnya adalah Rasdullah. Kanal YouTube Hannah Ekin mengunggah video lagu tersebut pada 8 Mei 2019. Rasdullah juga sebagai penyanyinya. 

Lewat lagu itu, Rasdullah seakan memberitahu kepada kawannya sesama tukang becak untuk melawan pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab, Pemprov DKI yang menghentikan sumber mata pencaharian mereka. 

Serikat Becak Jakarta melawan lima gubernur sebelumnya, dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, hingga Djarot Saiful Hidayat. Ketika menjabat jadi gubernur, Jokowi berjanji kepada Sebaja agar becak legal kembali di Jakarta. Namun, janjinya belum ditunaikan, ia malah menjadi presiden. 

Jauh sebelum Sutiyoso membuat aturan pelarangan becak, Ali Sadikin pun sudah membatasi pengoperasian becak di Jakarta. Becak dilarang beroperasi di sekitar kantor pemerintahan di Merdeka Barat.

Pada era Sutiyoso, ruang gerak Rasdullah bersama kawan-kawanya sudah tidak aman. Sebab, sewaktu-waktu Pol PP mengintai mereka. “Ketika itu Sutiyoso menerapkan strategi obat nyamuk, yaitu menyerang dari lingkaran paling luar (wilayah-wilayah becak yang paling lemah) lanjut sampai wilayah inti yang mampu membuat perlawanan dan memiliki pimpinan-pimpinan paling kuat. Pemprov DKI menyerang dengan brutal dan semena-mena: bahkan jam 2 pagi, becak di dalam rumah dan digembok juga dirampas,” penjelasan di situs web Projeck Multatuli.

Peraturan pelarangan becak di Jakarta memang sudah dicabut oleh Anies Baswedan sesuai janji politiknya saat kampanye. Namun, masalah perihal becak belum selesai sampai di situ. Tukang becak mesti berhadapan dengan ojek daring, motor pribadi, dan transportasi publik, seperti Jaklingko. 

Sebelum meninggal, Rasdullah punya keinginan agar becak daring bertenaga surya beroperasi di Jakarta. Sebab, kebanyakan penarik becak telah lanjut usia. Namun, keinginan itu belum terwujud.

Rasdullah saat orasi (architectureurban.wordpress.com)
Rekomendasi