Biasanya orang-orang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan, untuk mempersiapkan acara yang mengikat dua sejoli menjadi satu komitmen tersebut. Mulai dari mencari gedung nikahan, urus gaun pengantin, undangan, dan yang paling penting, makanan.
Wanita asal Surabaya misalnya, Grace sedang menghitung hari menuju hari pernikahan tanggal 24 November nanti. Segala keperluan untuk menunjang acara resepsi pernikahannya berjalan apik, sudah dilakukan sejak satu tahun ke belakang.
"Sekarang lagi mulai bayar-bayarin aja (keperluan yang sudah dipesan)," kata Grace kepada era.id beberapa waktu lalu.
Kini dia sedang sibuk urusan dengan hotel yang bakal menjadi tempat menginap para tamu undangan pernikahannya. Kebetulan tamu-tamu yang diundang, kebanyakan datang dari luar pulau Jawa.
"Karena tamu dari luar pulau semua," kata dia.
Pernikahannya ini akan digelar di ballroom hotel Shangri-La, Surabaya dengan 1.000 undangan. Hotel bintang 5 itu mengklaim, ballroom-nya yang terbesar di Surabaya.
Ilustrasi (Pixabay)
Proses panjang menentukan pesta pernikahan itu diawali Grace dengan mendatangi wedding fair. Dari sana ia mulai mencari referensi untuk memilih konsep apa yang menarik untuk diterapkan pada pernikahannya.
Kemudian, untuk membantu membuat konsep dan mengeksekusi perencanaannya itu, Grace kemudian menggunakan jasa event organizer.
"Itu (EO) ngebantu banget kalau saya lagi sibuk banget," kata Grace.
Dari sana perjalanan panjang menuju panggung pelaminan dimulai. Setelah membentuk tim, kemudian Grace mulai memilih-milih gaun pengantin lengkap dengan penata rias yang akan ia gunakan.
Tahap selanjutnya yakni menentukan konsep hiburan yang akan dihelat di acara pernikahannya itu. Pada tahap itu, Grace memulai brainstorming mengenai pemilihan siapa artis yang akan menghibur tamu undangannya nanti, lengkap dengan tata panggung dan musik, serta pembawa acara yang akan dipilih pada acaranya.
Sementara untuk tema pernikahannya sendiri, Grace memilih tema botanic.
Ilustrasi (Pixabay)
Untuk kocek yang dikeluarkan, pesta yang menyediakan hotel untuk tamu undangannya ini menghabiskan pundi sekitar 1 miliar rupiah. Grace mengatakan, pos terbesar pada pengeluaran tersebut dialokasikan untuk sewa tempat.
Melihat budget yang dikucurkan, pesta pernikahan Grace masuk ke dalam kategori pernikahan premium. Menurut survei platform yang menyediakan berbagai vendor untuk acara pernikahan, Bridestory sebuah pesta pernikahan masuk dalam kategori pernikahan premium. Kategori premium adalah pernikahan yang mengeluarkan biaya 1-2 miliar dengan tamu undangan 1.000 orang.
Pada hakekatnya manusia ditakdirkan hidup berpasang-pasangan. Memiliki teman hidup secara sah secara hukum, agama maupun secara adat istiadat kesukuan, merupakan keinginan semua orang. Namun melihat potret Grace, tidak semua orang dapat menyelenggarakan pesta pernikahan yang merogoh kocek dalam.
Ilustrasi (Pixabay)
Potret pernikahan seperti Grace bukan standar baku untuk orang yang ingin menikah. Sebagai perbandingan, kami akan memberikan gambaran lain bagaimana resepsi pernikahan dibuat lebih murah dan cukup simpel.
Adalah Opitasari (26) pekerja swasta, orang yang beru saja menikah beberapa waktu lalu ini 'hanya' menghabiskan kocek Rp110 juta. Dibandingkan dengan resepsi Grace, budget yang dikeluarkan Opitasari hanya sekitar 10 persennya saja.
Selain itu, dalam persiapan acaranya, Opitasari hanya membutuhkan waktu persiapan 6 bulan saja. Hanya butuh separuh waktu dari perhelatan acara pernikahan Grace.
Meskipun waktu persiapan lebih singkat, Opitasari tetap saja harus melewati beberapa tahap sebelum akhirnya dapat berlabuh di pelaminan.
"Mulai dari pertemuan keluarga, pertunangan, dan pengajian sebelum resepsi," kata Opitasari.
Kendati demikian, Opitasari mengatakan, dibandingkan dengan pernikahan-pernikahan lainnya yang sampai berhari-hari, pernikahannya ini sama sekali enggak ribet.
"Biasa aja sih, saya ngerasa enggak ribet. Ini semua sesuai dengan keinginan saya," kata dia.
Ilustrasi (Pixabay)
Kalau dari sudut pandangan wedding organizer, kebanyakan pasangan yang ingin menikah menginginkan pestanya terlihat simpel tapi wah. Karena itulah, tugas mereka mewujudkan impian pesta pernikahan pasangan yang didambakan. Tentunya juga menyesuaikan anggaran yang mereka punya.
Bridestory Marketing Vice President Ayunda Wardhani mengatakan, kebanyakan pasangan yang ingin menikah sudah memiliki konsep. Sehingga, mereka terbantu dengan konsep yang sudah ada itu.
"Mereka sudah tahu apa yang mereka tahu, apa yang disuka, apa yang mereka pengin, jadi kita lebih mudah untuk mewujudkan pernikahan impian mereka," ujar dia kepada era.id
Ilustrasi (Pixabay)