Mitos Seputar Perayaan Imlek

Tim Editor

(Foto/Ilustrasi : ekd.me)

Jakarta, era.id - Tahun Baru China atau Imlek dirayakan warga etnis Tionghoa tiap tahun. Tidak hanya warga Tionghoa, masyarakat Indonesia juga turut berbahagia menyambut Imlek karena ornamennya yang unik. 

Tiap tahun, warga Tionghoa yang mayoritas bermata pencahrian sebagai pedagang atau pengusaha mengharap keberuntungan. Selain itu, warga Tionghoa menyiapkan setiap permohonan baru saat merayakan Imlek. Tahun 2020 atau tahun 2571 pada tanggalan China adalah tahunnya shio Tikus Logam

Agar mendatangkan keberuntungan serta berkat di tahun baru China ini, warga Tionghoa biasanya memiliki mitos tentang apa yang boleh dan enggak boleh dilakukan saat perayaan imlek. Simak mitos dibalik perayaan imlek agar tak tertimpa sial.

1. Jangan menggunting rambut atau kuku

(Pexels/Midia)

Warga Tionghoa percaya bahwa menggunting rambut atau kuku dapat membawa sial dan memperpendek usia. Sebelum perayaan hari imlek, warga Tionghoa wajib menggunting rambutnya. Hal ini dipercaya agar masyarakat terbebas dari kesialan di tahun sebelumnya.

2. Harus memakai baju merah dan hindari baju hitam dan putih

(Pexel/Tun)

Perayaan imlek dipercaya dapat memberikan keberuntungan, semangat, kebahagiaan dan kesuksesan. Untuk melengkapi kepercayaan tersebut, warga Tionghoa diwajibkan memakai baju berwarna merah selama menjalankan hari raya imlek.

Menurut mitos warga Tionghoa, warna merah merupakan simbol warna kebanggaan warga Tionghoa karena melambangkan kesuburan. Jika kamu mengenakan pakaian warna hitam dan putih, itu artinya kamu akan membawa sial selama setahun ini.

3. Hujan Saat Imlek Menandakan Keberuntungan

(Pexels/Vien Dong)

Bagi warga Tionghoa, hujan dipercaya sebagai pembawa keberuntungan. Semakin deras hujannya, semakin banyak keberuntungan yang akan didapatkan di tahun mendatang. 

Warga Tionghoa yakin ketika sedang hujan, itu artinya Dewi Kwan Im sedang menyirami bunga Mei Hua. Penanda ini dippercaya dapat memberikan keberuntungan di bumi.

4. Tidak Boleh Membersihkan Rumah

(Unsplash/Daniel Von Appen)

Selama tahun baru Cina, warga Tionghoa tidak dianjurkan untuk membersihkan rumah.Menyapu, mengepel, mencuci pakaian, dan membuang sampah. Pasalnya, mitos ini dipercaya dapat membuang seluruh keberuntungan dan berkat yang digapai selama setahun mendatang.

5. Memenuhi Tempat Penyimpanan Beras dan Jangan Makan Bubur

(Unsplash/Mae Mu)

Saat menjelang perayaan Imlek, jangan sampai tempat penyimpanan berasmu kosong. Selain itu, kamu harus mengisi penyimpanan beras sampai penuh. Mitos yang beredar, kalau kamu mengisi tempat penyimpanan beras sampai penuh dipercaya membuat kondisi keuanganmu jadi baik selama setahun ke depan.
 
Selain itu saat imlek, kamu juga tidak diperbolehkan makan bubur, apalagi saat pagi hari.  Dipercaya bahwa sarapan dengan bubur di pagi hari adalah kebiasaan orang-orang yang tak punya uang. Maka dari itu, demi harapan dan keberuntungan yang baik untuk setahun kedepan, warga Tionghoa harus menghindari mitos tersebut.

Bagikan: