Mitos Seputar Pencegahan Virus COVID-19 yang Diyakini Masyakarat

Tim Editor

Mencuci tangan dengan alkohol dan setelahnya mencuci tangan dengan sabun diyakini dapat mencegah tertular COVID-19. (Gentle07/Pixabay)

Jakarta, era.id - Banyak rumor beredar seputar pencegahan virus COVID-19 yang kini telah merebak di sejumlah negara. Faktanya, tidak semua informasi itu benar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat bereaksi menanggapi mitos yang beredar soal pencegahan virus korona baru tersebut. Secara khusus, para ahli bilang penyebaran teori informasi ini menjadi konspirasi hingga memicu lebih banyak kasus di Inggris.

Profesor Paul Hunter dari Norwich Medical School, University of East Anglia (UEA) mengatakan berita hoaks bisa menyebabkan efek buruk bagi orang-orang. Sebab mereka akan mengambil risiko yang lebih besar.

Baca Juga : Indonesia Butuh 3 Hingga 15 Tahun untuk Bikin Vaksin COVID-19

Angka terbaru menyatakan sebanyak 93.576 kasus penyakit dan 3.204 kematian di seluruh dunia. Dalam surat kabar resmi di Inggris menyebut empat dari lima orang Inggris telah terinfeksi oleh virus COVID-19. 

Dilansir dari The Sun, berikut mitos seputar pencegahan virus korona yang diyakini masyarakat:

1. Mengonsumsi vitamin C 

Banyak orang meyakini bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dapat terhindar dari virus korona. Namun, hingga saat ini tidak ada bukti kuat bahwa vitamin C dapat mematikan virus korona. Kini, para ilmuwan dari China telah berlomba untuk menguji efek vitamin C dari wabah virus korona itu.


Ilustrasi (Jerzy Górecki/Pixabay) 

2. Minum setiap 15 menit 

Orang-orang mengklaim dengan minum satu teguk setiap 15 menit dapat mencegah wabah virus korona. Faktanya memang minum air dapat mencegah dehidrasi. Namun, hal ini belum tentu mencegah virus korona. 

"Kami selalu memperingatkan siapa pun yang sehat dan orang yang sakit untuk menjaga asupan cairan dan menjaga selaput lendir tetap lembab" ujar William Schaffner, seorang ahli bedah penyakit di Vanderbilt University.

"Ini membuat kamu merasa lebih baik, tidak ada indikasi yang jelas bahwa secara langsung bisa melindungi seseorang dari komplikasi."


Ilustrasi (Foto: Pixabay)

3. Mencukur rambut di area wajah

Baru-baru ini Staf NHS asal Rumah Sakit Umum Southampton didesak agar mau mencukur rambut di area wajahnya agar tidak terkena virus korona.

"Dia tidak mungkin mendapatkan kesehatan yang baik," kata seorang Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan.

Rumor yang beredar, jika seorang pria mencukur rambut di area wajahnya dapat terlindung dari COVID-19. Walau demikian, hal ini adalah omong kosong dan informasi yang salah.


Ilustrasi (Jacqueline macou/Pixabay) 

4. Pengering tangan 

Rumor yang beredar mengatakan bahwa jika menggunakan udara panas di pengering tangan selama 30 detik dapat membunuh virus di tangan. Tetapi, WHO menyatakan rumor ini tidak benar dan tidak dapat membunuh virus korona baru.

"Untuk melindungi dirimu dari virus korona, kamu harus sering membersihkan tangan dengan alkohol. Setelah itu gosokkan dengan tangan atau mencucinya dengan sabun dan air," kata pihak WHO.

"Jangan lupa untuk mencuci tangan dan harus mengeringkannya secara menyeluruh dengan menggunakan tisu kering atau pengering udara hangat." lanjutnya


Ilustrasi (Hans Braxmeier/Pixabay)

5. Kumur-kumur

Obat Kumur tidak dapat melindungi kamu dari infeksi virus korona. WHO mengatakan tidak ada bukti bahwa menggunakan obat kumur dapat melindungi kamu dari infeksi virus yang kini telah mewabah di sejumlah negara tersebut.

Tag: covid-19 di indonesia korona

Bagikan: