Kuliah Enggak Selesai? Siapa Takut!

Tim Editor

Aji dalam acara Young On Top (FOTO: Leo/era.id)

Jakarta, era.id - Ijazah adalah bukti kalau kita pernah kuliah, bukan bukti kita telah berhasil. Siapa sangka beberapa founder start up yang sukses, tidak pernah khatam dalam mengenyam pendidikan di dunia perkuliahan.

Co-Founder dan CEO Infia - Dagelan, Aji Pratomo berbagi kisah dengan para remaja yang hadir dalam acara seminar Young On Top di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Aji yang telah berpenghasilan ratusan juta perbulan ini mengaku kepada audiens bahwa dirinya tidak pernah menyelesaikan kuliahnya.

Aji membeberkan dirinya sempat mengenyam pendidikan di salah satu universitas ternama di Yogyakarta jurusan kedokteran gigi. Namun karena fokus dalam dunia bisnis dan percintaan, pendidikannya pun kandas di tengah jalan.

"Meskipun saya DO (Drop out) dari kampus, tapi skripsi saya tepat waktu, cuma kuliah saya berantakan karena enggak pernah masuk," kata Aji, Sabtu (25/8/2018).

Aji mengungkapkan saat kuliah dirinya sulit fokus. Konsentrasinya terbagi dengan urusan bisnis dan percintaan. Sekedar informasi saja, tiap minggu Aji harus menempuh jarak 1.500 km karena Aji menjalankan bisnisnya di Jakarta kemudian harus ke Bandung mendatangi rumah pacarnya dan terakhir kembali ke Yogykarta melanjutkan kuliah.

Hal-hal inilah yang dituding Aji sebagai biang keladi gagalnya dia menjalankan pendidikan di perguruan tinggi. Aji menceritakan awal mula dia terjun di dunia bisnis sebagai penjual aksesoris dan perangkat keras Apple. Saat itu dia telah memiliki sebuah portal media yang digunakan untuk memasarkan peralatan hardwarenya itu.

Namun sayang, ketatnya persaingan saat itu membuat bisnis yang dirintisnya gagal. Sejak saat itu, dia memutuskan untuk membuat dagelan dengan tujuan memberikan informasi ringan untuk semua kalangan. Dagelan pun tidak langsung berhasil. Serangkaian kegagalan juga pernah dirasakannya, namun tidak diceritakan.

Karena menurut Aji, keberhasilan adalah rangkain kegagalan. Laki-laki hanya perlu berani menghadapinya. Itu saja. "Gagal pasti. Kalian kalau misalnya mau buat projek harus siap itu gagal. Andaikata kita punya 10 peluru kita nembak enggak kena gak apa apa," ujarnya.

Dalam waktu yang sama, CEO Plug and Play Indonesia, Wesley Harjono mengapresiasi langkah Aji. Menurutnya banyak cara untuk meraih keberhasilan, merangkum kegagalan salah satunya.

Wesley menyampaikan pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Aji adalah gagal, pantang menyerah dan terus mencoba. Meski demikian, dirinya punya saran lain bagi mereka yang tidak siap gagal.

Yaitu dengan melakukan riset dan rajin coret-coret kertas untuk membuat gagasan nampak bernilai di mata orang lain. Selain itu, buang rasa malu.

"Bagaimana ide kita bisa berhasil, coret-coret dulu.... Kalau malu-malu mending bekerja dibalik meja aja. Star up itu mukanya harus tebel karena banyak penolakan," tutup Wesley.

Tag: erabicara

Bagikan: