Apa Itu Litografi? Berikut Ini Sejarah dan Cara Kerjanya

| 04 Sep 2022 10:04
Ilustrasi litografi (unsplash)

ERA.id - Dalam dunia seni ada istilah yang disebut litografi, apa itu litografi? Pertama, kita lihat dahulu asal kata ini. Dikutip Era dari Warung Sains Teknologi, litografi berasal dari bahasa Yunani kuno yang memiliki arti ‘menulis dengan batu’ atau ‘menggambar dengan batu’.

Jika dikaitkan dengan dunia seni bisa juga diartikan sebagai melukis di atas batu. Sementara, KBBI menyatakan bahwa litografi adalah cetak batu.

Apa Itu Litografi?

Dalam definisi, litografi merupakan proses pencetakan (print) dengan suatu permukaan datar yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menghilangkan tinta kecuali bagian yang akan dijadikan cetakan. Teknik ini ditemukan oleh ilmuan Jerman bernama Alois Senefelder tahun 1796. Temuan tersebut adalah hasil dari penelitian yang dia lakukan untuk mencari teknik percetakan murah.

Ilustrasi litografi (unsplash)

Sejak masa itu, sains dan teknologi litografi terus mengelami perkembangan. Pada masa awal, litografi digunakan sebagai teknik untuk memproduksi massal benda-benda berbasis percetakan, seperti lukisan dan buku.

Terdapat prinsip dasar fisika dalam teknik ini, yaitu ketidakmampuan minyak bercampur dengan air. Senefelder pada zaman dahulu membuat gambar dengan bahan lemak/lilin pada permukaan yang halus seperti pelat batu kapur/gamping.

Pada batu tersebut terdapat dua area, yaitu area yang tertutupi gambar yang terbuat dari lemak/lilin dan area yang tidak tertutupi gambar. Batu tersebut kemudian dilapisi (proses etsa/etching) dengan campuran asam dan getah Arab (dari pohon Akasia) pada bagian yang tidak ada gambarnya (disebut bagian etsa). Jadi, dua area tersebut adalah area yang terlapisi lemak/lilin (gambar) dan area yang terlapisi getah Arab (nongambar).

Setelah itu, keseluruhan permukaan batu itu dialiri tinta berbahan minyak hingga merata. Dengan demikian, tinta akan menempel pada bagian gambar, tetapi tidak menempel pada bagian nongambar. Itu terjadi karena ada lapisan tipis air (hasil reaksi asam cairan pohon akasia dan batu gamping) pada bagian nongambar yang membuat tinta berbahan minyak tidak bisa menempel.

Ilustrasi litografi (unsplash)

Batu yang telah ditempeli tinta pada bagian bergambar itu kemudian bisa digunakan untuk mencetak pada kertas. Dengan demikian, teknik percetakan bisa dilakukan dengan harga yang murah.

Sejarah Litografi di Indonesia

Teknik ini tak berhenti di Jerman. Disebutkan bahwa litografi malah berkembang secara besar di Paris, Prancis. Waktu berjalan, litografi juga sampai di Nusantara—ketika itu belum terbentuk Indonesia.

Dilansir kekunoan.com, hal tersebut terjadi pada paruh kedua abad 17, yaitu saat VOC di Nusantara membutuhkan pelukis untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan kondisi di Hindia Belanda. Para pelukis yang direkrut mendapatkan pembekalan pelajaran menggambar dari Sekolah Angkatan Laut yang dibangun di Batavia pada 1743. Setelah itu, mereka dikirim menjelajahi Nusantara untuk membuat laporan berupa gambar satwa, benteng, dan pantai.

Permintaan lukisan pada masa itu tinggi sehingga pihak yang membuat gambar bukan hanya kelompok siswa tadi, tetapi juga pelukis yang didatangkan dari Belanda ke Batavia.

Pada masa itu, orang-orang kaya, seperti saudagar besar atau elite VOC, yang memiliki potret diri sendiri. Para Gubernur Jendral ingin lukisan wajahnya terpampang di ruang sidang Kastil Batavia.

Selain itu, pembesar VOC kerap mengirimkan lukisan kepada para penguasa lokal sebagai hadiah—salah satu alat diplomasi. Beberapa petinggi lokal itu antara lain Susuhunan Surakarta, Sultan Palembang, Raja Bali, dan Sultan Martapura.

Ketika itu, para pelukis litografi banyak yang terlibat dalam ekspedisi ilmiah, penjelajahan alam, dan pembuatan peta. Buku-buku pengetahuan, seperti buku ilmu alam, buku sejarah, dan buku militer dihiasi karya yang dibuat dengan teknik litografi. Gambar bisa berupa satwa, sisa reruntuhan peninggalan masyarakat kuno, dan benteng pertahanan.

Itulah penjelasan mengenai apa itu litografi. Seiring berjalannya waktu, hasil karya litografi kuno saat ini memiliki fungsi yang beragam, seperti benda koleksi, investasi, dekorasi, dan sumber sejarah.

Rekomendasi