Pernah Disebut Gus Dur sebagai Dalang Pelengseran Dirinya, Amien Rais Blak-blakan Ungkap Kronologi Sebenarnya: Ya Teman-Teman Itu, Serempak..

Tim Editor

Amien Rais dan Gus Dur pada tahun 1999. (Foto: Commons Wikimedia)

ERA.id - Pernyataan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur sempat jadi perbincangan, usai dirinya menyebut Amien Rais dan Megawati Soekarnoputri sebagai dalang pelengseran dirinya dari jabatan presiden pada 23 Juli 2001.

Hal itu disampaikan Gus Dur dalam sesi wawancara pada acara talkshow 'Kick Andy' beberapa tahun lalu.

Menanggapi tudingan tersebut, Amien Rais mengatakan baru-baru ini bahwa tidak mungkin dirinya melengserkan Gus Dur.

"Jadi begini. Sangat berlebihan kalau ada yang mengatakan ini (dalangnya) adalah Amien. Masa saya seorang bisa (melengserkan)," kata Amien Rais di channel YouTube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (19/10).

Amien kemudian menceritakan kronologi lengsernya Gus Dur dari kursi kepresidenan. Ia mengaku sudah berulang kali mengingatkan Gus Dur untuk tidak banyak bicara soal isu sensitif.

"Saya berulang kali bilang, 'Gus, sesungguhnya kalau Anda itu tidak terlalu banyak bicara setiap Jumat itu ekonomi kita sudah autopilot, sudah bergerak, sudah membagus loh gus," kata Amien.

 Presiden Abdurrahman Wahid dan Menteri Pertahanan William S. Cohen di Istana Kepresidenan di Jakarta, Republik Indonesia, pada 18 September 2000. (Foto: Commons Wikimedia)

"Jadi Anda tinggal tenang saja. Jangan misal mengatakan, 'bintang kejora boleh dikibarkan asal di bawah merah putih'. Kemudian juga Aceh Anda bilang, 'kalau perlu aceh referendum'. Gus kata-kata ini berat loh, listen to me please," tutur Amien.

Nasihat Amien pun disambut baik oleh Gus Dur dan berjanji akan mendengarkan apa yang disampaikan Amien. "Karena kalau Anda sampai ambruk, kita juga ikut ambruk. 'Iyo tak rungone Mas Amien apa jaremu (Iya, saya dengerkan Mas Amien apa katamu)." 

Amien bercerita bahwa dirinya sempat mengingatkan Gus Dur bahwa meng-impeach seorang presiden tidak muda. Ada serangkaian proses yang harus dilakukan saat itu. Misalnya dengan keluarnya surat dari DPR, kemudian sampai di MPR dan diberikan memorandum pertama dan kedua baru kemudian sidang istimewa.

Kemudian muncul usulan dari DPR supaya MPR menggelar sidang istimewa. Saat itu, kata Amien, hampir semua fraksi di DPR menyetujui kecuali PKB yang notabene partai yang didirikan Gus Dur.

"Setelah itu saya langsung ketemu Gus Dur. 'Gus ini sudah serius, ini saya ingatkan lagi pokoknya Gus Anda tenang saja, kemudian jangan macem-macem ngomongnya'," kata Amien. 

Namun, kata Amien, Gus Dur terus mengeluarkan statement yang menimbulkan kontroversi, salah satunya soal isu Papua.

"Ketika sudah ada memorandum pertama saya ingatkan jangan lagi bicara tentang Papua itu sensitif sekali. Saya jamin tidak ada memorandum kedua," kata Amien.

Gus Dur didampingi Yenny Wahid saat keluar dari Istana Negara pasca dimakzulkan dari kursi kepresidenan. (Foto: Istimewa)

 

"Saking gembiranya, Gus Dur nyanyi Bengawan Solo sambil siul, terus saya pulang. Tapi ngomong lagi (mengeluarkan statement sensitif)."

"Jadi kalo bilang saya yang melengserkan masa saya bisa mendikte itu. Ya teman-teman itu, serempak saja (melengserkan)," pungkas Amien.

Sebelumnya, dalam wawancara pada acara talkshow 'Kick Andy', Gus Dur menyebut bahwa pelengseran dirinya sangat poltis karena tidak terbukti secara hukum.

Ia lantas menyebut dua tokoh yang jadi dalang pelengseran dirinya saat itu. "Dua. Amien Rais dan Megawati," ujar Gus Dur.

"Saya dilengserkan secara politis. Secara hukum belum pernah dibuktikan saya bersalah," kata Gus Dur.

Tag: sejarah reformasi amien rais megawati gus dur gus dur lengser

Bagikan: