Gading Gajah Bunta Ditemukan, Pelakunya Ditangkap

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Masih ingat gajah Bunta, yang mati dengan kondisi mengenaskan di Dusun Jamur Batang, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, lokasi dekat Conservasi Response Unit (CRU) Kabupaten Aceh Timur, awal bulan Juni lalu?

Puji Tuhan, si pelaku sudah ditangkap. Ternyata, pelakunya tidak hanya satu, tapi dua orang. Keduanya sudah ditangkap polisi untuk segera diadili. 

Baca Juga : Gajah Mati Tinggalkan Gading, Bunta Mati Bangunkan Perlawanan

Gading gajah Bunta sepanjang 120 centimeter pun disita buat barang bukti kasus ini. Para pelaku mengatakan, gading tersebut dikubur setelah berhasil diambil dari gajah Bunta. Rencananya, gading itu bakal dijual dan sampai saat ini calon pembeli gading tersebut belum ada.

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro bilang, penangkapan kedua tersangka berawal dari penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan tim khusus setelah ditemukan bangkai gajah Bunta. 



Tapi, polisi masih curiga dengan kedua pelaku ini. Polisi pun bakal mengembangkan kasus ini dan mengusutnya secara tuntas. 

"Tersangka kita tangkap secara terpisah di tempat persembunyiannya di pedalaman Aceh Timur," kata Wahyu dilansir Antara, Selasa (3/7/2018). 

Kematian gajah Bunta ini menimbulkan respons yang keras di media sosial. Akun Twitter resmi @AcehBksda, misalnya, mereka langsung mengumumkan sayembara berhadiah Rp10 juta bagi siapa pun yang berhasil memberi informasi akurat soal pembunuh Bunta.
 

Ada juga pesohor, yang merupakan Duta World Wide Fund for Nature (WWF) untuk konservasi gajah (Elephant Warrior), Chicco Jerikho, yang turut berkomentar.

Lewat akun Instagramnya, @chicco.jerikho, dia turut meneruskan sayembara yang dilemparkan BKSDA Aceh. Chicco juga mengapresiasi respons yang dilakukan BKSDA Aceh untuk menemukan pembunuh Bunta lewat sayembara ini.

Upaya mencari pembunuh Bunta juga disuarakan oleh Teungku Nurhayati, seorang ulama perempuan asal Aceh yang langsung membuat petisi di situs change.org. Petisi ini berisi mengusut tuntas kasus pembunuhan Bunta dan meminta DPR segera merevisi Undang-Undang (UU) Konservasi Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragahayati dan Ekosistem terkait penerapan hukuman berat bagi pembunuh satwa.

Tag: satwa dilindungi hewan langka mereka terancam punah

Bagikan: