Cibiran dan Pujian di Tanah Abang

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Suasana di Tanah Abang hari kedua rekayasa lalu lintas (There/era.id)

Jakarta, era.id - Wajah kawasan Tanah Abang di tangan Anies-Sandi berubah total. Para PKL bebas berjualan di jalanan, plus difasilitasi tenda pula oleh Pemprov DKI.

Rekayasa lalu lintas di Tanah Abang masuk hari kedua. Keramaian para pedagang merakit tenda dan menyiapkan barang dagangannya mulai terlihat sejak pukul 08.30 WIB.

Seperti yang kita ketahui, Pemprov DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas Tanah Abang sejak Jumat (22/12) kemarin. Rekayasa ini sekaligus memfasilitasi para pedagang kaki lima yang semula berjualan di trotoar. Ritonga, salah satu pedagang yang sudah mendapatkan fasilitas tenda, berharap pemerintah memberlakukan kebijakan ini secara permanen. "Kalau rame sih lumayan aja ya, mungkin karena masih baru dua hari," jelas dia kepada era.id, Sabtu (23/12/2017).

Para pedagang yang mau dapat tenda, harus melakukan pendaftaran dulu. Pendaftaran dapat dilakukan di kantor lurah atau camat setempat.  Di lain sisi, Pasar Tanah Abang Blok G mengalami kemunduran dari segi pembeli. Akses jalan yang sebelumnya memang sudah sulit, semakin diperparah dengan kondisi rekayasa lalu lintas ini.

Dani, salah seorang pedagang di blok G mengungkapkan, uji rekayasa lalu lintas malah memperparah kondisi jalanan di depan Pasar Tanah Abang. "Itu kan ditutup-tutup bikin akses makin berantakan, " ujar Dani.


Infografis (Yuswandi/era.id)



Ia menambahkan, seharusnya pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan ini. Alih-alih rekayasa, kebijakan ini oleh banyak pihak, dianggap sebagai penutupan akses jalan ke Tanah Abang. "Harusnya jalan akses Blok G yang diperbaiki,  lalu para pedagang kaki lima difasilitasi kios di sini, kan di sini sebenernya masih banyak yang kosong," sambungnya. 

Untuk mengatasi penurunan omzet penjualan yang turun,  para pedagang di Pasar Tanah Abang Blok G melakukan strategi 'Pasar Malam'. "Pindah-pindah jualannya,  kalau kondisi sepi kan suasana jualan ga enak, mba," jelas Martin, pedagang lain di Pasar Tanah Abang Blok G. 

Tag: tanah abang

Bagikan: