Jenguk Novanto, Deisti Bawakan Bihun Bebek

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor (Merry/era.id)

Jakarta, era.id - Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor menjenguk suaminya di Rumah Tahanan KPK, Jakarta. Deisti membawakan makanan khusus untuk Novanto yang ditahan karena kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Ini (bawa) bihun bebek," tutur Deisti usai menjenguk Setya Novanto, di Rutan KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/12/2017).

Dia mengatakan, suaminya dalam kondisi sehat. Diesti berkesempatan menjenguk mantan Ketua DPR itu selama empat jam lebih.

"(Bapak) Sehat," singkat Deisti saat ditanya soal kondisi Novanto di tahanan.

Deisti tidak banyak bicara setelah menjenguk Novanto. Dia langsung bergegas masuk ke dalam mobil berwarna hitam, Toyota Inova dengan nomor polisi B 114 ELS yang siap mengantarnya.

Deisti keluar dari rutan bersama anak laki-lakinya. Mereka keluar dari Rutan sekitar pukul 13.08 WIB. 



Sebelum Deisti, anak Novanto dari istri Luciana Lily juga turut datang ke Rutan itu. Dua anak Novanto itu, Rheza Herwindo dan Dwina Michaella, juga keluar dari Rutan lebih dulu dari Diesti.

Rheza dan Dwina menggunakan mobil yang sama saat meninggalkan Rutan Antirasuah, yaitu Toyota Alphard dengan nomor polisi B 11 FPG berwarna hitam.



Sebagai informasi, Deisti, Dwina, dan Rheza pernah diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan tersangka Dirut PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo. 

Pada sidang kasus e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, sejumlah anggota keluarga Novanto disebut terlibat dalam kasus proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. Mereka yang disebut adalah istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, serta dua anak Novanto dari Luciana Lily yaitu Reza Herwindo dan Dwina Michaela. 

Pada persidangan itu, keluarga Novanto disebut sebagai pemilik PT Mondialindo Graha Perdana. PT Mondialindo adalah pemilik saham terbesar PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta lelang proyek e-KTP. Dwina Michaella sendiri tercatat sebagai salah satu komisaris dari PT Murakabi sedangkan Rheza Herwindo tercatat sebagai petinggi PT Mondialindo.

Tag: kpk ketua dpr

Bagikan: