Proses Etik Tak Dapat Selamatkan Fredrich

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Tersangka Obstruction of Justice, Fredrich Yunadi (era.id)

Jakarta, era.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih bersabar menanti Fredrich Yunadi. Meski tersangka obstruction of justice ini berdalih sedang jalani sidang etik di Peradi.

Hingga malam datang, Fredrich belum juga nongol di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Si penyuka kemewahan ini malah mengirim kuasa hukumnya, Sapriyanto Refa. Padahal penyidik KPK sudah bersiap memeriksa mantan pengacara Setya Novanto ini.

Buat KPK, tidak ada masalah jika Fredrich harus menjalani sidang etik Peradi. Tapi jangan juga malah sampai mengganggu proses penyidikan KPK kan.

"Rencana pemeriksaan etik tentu tidak boleh menunda apalagi jika sampai memperlambat proses hukum," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (12/1/2018).


KPK telah menggeledah kantor pengacara Fredrich di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. KPK menyita 27 dokumen, termasuk surat kuasa atas nama Novanto untuk perkara e-KTP. Selain itu, empat unit telepon genggam milik karyawan Fredrich juga diangkut KPK.

Selain Fredrich, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo juga jadi tersangka perkara yang sama. Bimanesh diduga telah berkomplot membuat keterangan medis palsu supaya Novanto lolos dari proses hukum KPK.

Fredrich dan Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Tag: kpk setya novanto korupsi bakamla

Bagikan: