Dramaturgi Sidang MK dan Kontestasi Alumni UGM

Tim Editor

Majelis hakim konstitusi di sidang gugatan Pilpres (Anto/era.id)

Jakarta, era.id - Tiga kali ketok palu Ketua Majelis Hakim Anwar Usman, mengakhiri sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Selanjutnya hakim akan menggelar rapat permusyawaratan hakim (RPH), sebelum membacakan putusanmya terkait Pilpres 2019.

Sidang pemeriksaan saksi dan ahli untuk sengketa Pilpres 2019 di MK akhirnya rampung. Setidaknya, sidang hari ini tidak menyita waktu lama hingga 20 jam dan ditutup pada pukul 22.20 WIB. Tapi, bukan berarti tak ada dinamika dramaturgi yang mengalir di ruang sidang.

"Pemeriksaan perkara ini telah selesai, yaitu perkara nomor 01/PHPU-PRES/17/2019 telah selesai, dan kepada para pihak pemohon, termohon, pihak terkait, Bawaslu, untuk agenda selanjutnya nanti akan diberitahukan oleh kepaniteraan melalui surat untuk pengucapan putusan," kata Anwar di ruang sidang MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (21/6).

Dari pagi, majelis hakim telah mendengarkan keterangan dua saksi, dilanjut dengan paparan dua ahli yang diajukan oleh tim hukum paslon 01. Kedua ahli menjelaskan permasalahan kasus pelanggaran pemilu TSM hingga mengakar pada aturan hukum yang mengait secara komprehensif. 

Hakim Konstitusi Arief Hidayat mempersilakan kuasa hukum paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi untuk mengajukan pertanyaan ke ahli yang dihadirkan oleh Kuasa Hukum paslon 01 Jokowi-Ma'ruf, Heru Widodo dan Edward Omar Sharif Hiariej. 

Kuasa hukum 02 langsung menyambut kesempatan dengan mengajukan pertanyaan, tak lupa disisipi dengan penjelasan yang tak kalah panjang. Bambang Widjojanto, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, Iwan Satriawan, hingga Luthfi Yazid ikut mengambil peran. 

Ingin mencairkan suasana sidang dengan adu argumen pakar hukum yang panas, Hakim Konstitusi Arief merasa bahwa sidang di MK adalah kontes para pakar hukum.

"Ya ini anu kok, apa namanya, kontes para pakar hukum supaya didengar oleh seluruh rakyat Indonesia, bagaimana para pakar hukum Indonesia berdebat di forum ini," kata Arief.

Luthfi hanya menjawab dengan ucapan terima kasih serta senyuman. Ia lalu melanjutkan pertanyaannya.

Lanjut, Hakim Konstitusi Saldi Isra turut menanggapi perdebatan yang terjadi antara ahli yang dihadirkan tim hukum Jokowi-Ma'ruf dengan tim hukum Prabowo-Sandi melibatkan alumni Universitas Gajah Mada (UGM).

Saldi bilang sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 di MK hari ini menjadi panggung bagi alumni-alumni UGM. Ia mengatakan setidaknya ada enam alumni UGM yang hadir di tengah persidangan. Ia khawatir para alumni UGM hanya 'bertengkar' di dalam ruang sidang, namun saat di luar tetap akur.

"Kalau kita lihat perdebatan tadi sepertinya kaya perdebatan panggung orang-orang UGM sebetulnya," ungkap Saldi. 

"Dari lima orang yang berdebat tadi itu induknya semua yang mengajari orang ini nakal Lutfhi Yazid. Ada Profesor Enny (Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih), itu yang keenam," ujar Saldi. 



Sampai pada persidangan menuju kalimat penutup dari Ketua majelis hakim Anwar Usman. Sekiranya majelis akan menyampaikan simpulan sidang hari ini, namun Anwar menyampaikan curhat colongan dalam persidangan.

"Saya mau protes dulu ke Prof Eddy. Dari tadi saya sama pak wakil merasa sedih. Saya sama pak wakil (hakim MK) tidak diakui, gimana ceritanya? Kami juga kan alumni (UGM)," tutur Anwar dengan nada haru. 

Lanjut, Anwar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir persidangan yang ditonton secara langsung oleh seluruh masyarakat. Ia merasa ada kedekatan yang dibangun oleh seluruh pihak, meski dibumbui perdebatan. 

"Sejak kemarin saya paksa sidang sampai jam 5 pagi. Tujuannya seperti saya katakan, kita cari kebenaran dan mencari keadilan," ucap Anwar. 

"Insyaallah usai sidang, apa yang terjadi dalam ruangan ini akan kami bahas. Kami akam berdebat dari apa yang bapak suguhkan di hadapan kami. memang sangat berat ya," tambah dia sebelum mengetuk palu tanda sidang hari ini ditutup. 

Tag: perlawanan terakhir prabowo

Bagikan: