Fredrich Tantang KPK di Praperadilan

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Pengacara Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa, daftarkan gugatan prapradilan. (Agatha Danastri D.P/era.id)

Jakarta, era.id - Kuasa hukum tersangka obstruction of justice Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa, menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan tiga kesalahan terhadap kliennya. Untuk itu pihaknya mendaftarkan gugatan praperadilan Fredrich di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini.

“Praperadilan ini kita ajukan berdasarkan permintaan Fredrich. Ini mau kita uji di sidang praperadilan ini,” ujar Refa di Pengadilan Negeri Jaksel, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2017).

Kesalahan yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut, kata Refa, pertama terkait penetapan status tersangka terhadap kliennya. Menurutnya penetapan tersebut tidak sah, ia merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 21 tahun 2013 sebagai dasar hukum.

“Jadi penetapan tersangka minimal dua alat bukti, dari bukti permulaan yang cukup yang disebutkan di KUHP, kita menganggap bahwa tidak terbukti dalam penetapan Fredrich sebagai tersangka,” tambah dia.

Kedua terkait proses penyitaan barang bukti yang dinilai tidak sah. Dikatakan Refa sejumlah barang bukti yang disita KPK tidak ada hubungannya dengan tindak pidana yang disangkakan terhadap Fredrich.

Dalam hal ini, KPK menjerat mantan pengacara Setya Novanto itu dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Seharusnya barang bukti yang dicari dalam penggeledahan adalah dalam rangka menemukan barang bukti yang digunakan untuk menghalang-halangi. Tapi kenyataan yang disita itu hampir semua dokumen-dokumen yang tidak hubungannya dengan pelanggaran pasal 21,” jelas dia.

Terakhir yakni terkait penangkapan Fredrich oleh KPK, Refa beranggapan KPK tidak menjalani proses hukum sesuai dengan KUHAP. Berdasarkan Pasal 112 KUHAP, jika dalam satu kali pemanggilan saksi tidak hadir, maka akan dipanggil kembali untuk menjalani proses pemeriksaan. Penangkapan Fredrich sendiri dilakukan pada Jumat (12/1) jelang tengah malam di sebuah tempat di bilangan Jakarta Selatan.

“Kalau tidak hadir dipanggil sekali lagi. Nah ini kan tidak, langsung penangkapan. Oleh karena itu, kami beranggapan penangkapan dan penahanan tidak sah,” pungkas dia.

Sebelumnya, Fredrich Yunadi ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam tindak obstruction of justice atau menghalangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Tersangka dan kliennya saat itu adalah Setya Novanto yang kini sudah menjadi terdakwa. Selain Fredrich, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, juga jadi tersangka. Keduanya diduga kerja sama memanipulasi data rekam medis milik Setya Novanto guna menghindari tim KPK.

Tag: kpk setya novanto korupsi bakamla

Bagikan: