Upaya Pemerintah Bawa Udara Bersih ke Wilayah Terdampak Karhutla

Tim Editor

Asap dampak karhutla (Twitter/@pengelana_10dua)

Jakarta, era.id - Mobil oksigen jadi salah satu cara Kementerian Kesehatan memberi bantuan untuk warga di sejumlah wilayah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan. Ini adalah perintah Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam rangka menangani efek buruk karhutla.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Cut Putri Arianie mengklaim, tim medis dari Dinas Kesehatan tiap daerah dibantu tim dari Kemenkes terus bersiaga selama terjadinya kabut asap. Sambil memberi bantuan oksigen, Kemenkes juga mengedukasi pembuatan rumah aman asap.

"Kita tangani pasien-pasien disediakan tempat-tempat untuk pemeriksaan, dan sudah ada upaya-upaya untuk edukasi masyarakat menutup lubang-lubang rumahnya, jangan keluar rumah pada jam-jam yang diperkirakan udara buruk, lalu fasilitas pelayanan kesehatan memberikan pengobatan kepada yang ISPA dan sebagainya. Itulah upaya-upaya kita yang bersifat di pelayanan kesehatan," kata Cut Putri, seperti dilansir dari Antara, Jumat (4/10).
 


Baca Juga : Karhutla di Indonesia Berujung Desakan Mundur Menteri Malaysia

Di Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan daerah mengerahkan tujuh unit mobil oksigen untuk mengelilingi rumah penduduk guna menyuplai kebutuhan udara bersih. Selain itu, ada juga dua bus besar dan dua bus kecil, yang turut berkeliling memberikan oksigen kepada warga.

Fasilitas kesehatan milik pemerintah dan rumah sakit swasta pun membuat pos kesehatan guna melayani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap. Hal ini untuk mengantisipasi bila kadar asap akibat kebakaran hutan dan lahan menjadi lebih berbahaya.

Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah juga mendistribusikan sebanyak 1,5 ton biskuit pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita. Pendistribusian PMT tersebut dalam upaya meningkatkan gizi dan daya tahan tubuh balita agar tidak terlalu terdampak asap karhutla.

Cut mengatakan buruknya kualitas udara di lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan bisa menyebabkan berbagai penyakit mulai dari penyakit seperti ISPA maupun penyakit akibat asap lainnya. "Jadi kalau untuk penyakit tidak menular pasti asma, paru kronik untuk asap itu. Selain itu juga pneumonia dan penyakit paru lainnya," kata Cut.

Baca Juga : Menebak Langkah Anies Mengirim Petugas Bantuan Karhutla ke Riau

Di Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengatakan, pemerintah daerah menyediakan Ruang Aman Asap bagi masyarakat yang membutuhkan udara segar. Ruangan tersebut dilengkapi dengan kipas pembuang udara, AC, air purifier, dan kain untuk penutup jendela.

“Kain untuk menutup jendela atau ventilasi ruangan bisa menggunakan kain dakron. Kain tersebut dibasahi secara berkala agar partikel asap menempel di kain tersebut, tidak sampai terhirup oleh manusia,” kata dia.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya juga bergerak dengan menyediakan ruang oksigen untuk memberikan udara segar kepada masyarakat terdampak karhutla. Ruang oksigen yang berisikan tempat tidur disertai dengan tabung oksigen tersebut disediakan di 11 Puskesmas dan satu rumah sakit di Palangka Raya.

Tag: kesehatan kebakaran hutan

Bagikan: