Tim Seleksi Calon KPU Pemrov Dilantik

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ketua KPU Arief Budiman. (Fitria/era.id)

Jakarta, era.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melantik 90 anggota tim seleksi (timses) calon anggota KPU Provinsi periode 2018-2023. Timses itu akan bertugas menyeleksi calon anggota KPU di 16 provinsi di Indonesia.

"Hari ini kita melantik timsel untuk enam belas provinsi. Kami berharap setelah ini mereka bisa berpedoman aturan-aturan yang kita berikan kepada mereka, mekanisme, tahapan, dan kemudian mereka akan diminta segera untuk melakukan proses rekruitmen," jelas Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Grand Mercure, Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018). 

16 Provinsi yang dimaksud, yaitu Provinsi Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu dan Gorontalo.

Arief menambahkan, timses dipilih dari berbagai kalangan, mulai akademisi, aktivis sosial, hingga praktisi. Di antaranya, nama Komisioner KPU Pusat Hadar Nafis Gumay dan Ketua Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini muncul dalam daftar timses.


KPU melantik 90 anggota timses yang bertindak menyeleksi calon anggota KPU Provinsi periode 2018-2023. (Fitria/era.id)

Lebih lanjut, Arief mengatakan timses diberi waktu tiga bulan menyeleksi para calon. Setelah itu, timses berkewajiban untuk menyerahkan nama-nama calon terpilih ke KPU Pusat.

"Selama tiga bulan itu mereka akan mengatur jadwal, tahapan-tahapab seleksi, mulai dari administrasi, seleksi tertulis, psikotest, kesehatan, wawancara, nanti akhirnya mereka akan menyerahkan nama kepada kita, sebanyak dua kali (calon anggota) yang dibutuhkan," ucap Arif.

Arief menjelaskan, berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) saat ini terdapat lima sampai tujuh komisioner di tiap provinsi. Artinya, dengan kewajiban menyerahkan dua kali nama calon anggota KPU Provinsi ke KPU Pusat, timses di tiap provinsi harus mengirim sepuluh atau tujuh nama calon anggota di tiap Provinsi. 

Nama-nama yang diserahkan tim seleksi ke KPU Pusat, lanjut Arief, nantinya akan diseleksi kembali melalui uji kelayakan dan kepatutan.

"Nama-nama yang akan diserahkan nantilah yang akan diserahkan untuk fit and proper test oleh KPU RI untuk kemudian di ranking menjadi nomor urut satu sampai dengan lima, atau nomor satu sampai dengan empat belas," tandasnya.

Tag: pemilu 2019

Bagikan: