Ketabahan Awkarin Kala 'Dibacoti' Budiman Sudjatmiko

Tim Editor

Karin Novilda (Twitter/@Awkarin)

Jakarta, era.id - Influencer Karin Novilda alias Awkarin, belakangan diketahui sedang aktif menyorot isu-isu sosial. Selain membagi-bagikan nasi bungkus kepada para demonstran di DPR beberapa waktu lalu, Ia juga mengajak penggemarnya bersih-bersih sampah di lokasi demo.

Karin pun terlibat dalam pemadaman api kebakaran hutan dan lahan. Dan teranyar, Ia membelikan motor baru untuk pengemudi ojek online yang kehilangan motor.

Di sosial media Twitter, Awkarin mengklaim dirinya sebagai pebisnis, aktivis paruh waktu, relawan, dan tak tertarik jadi politisi. "Bukan caleg sekarang, lima tahun lagi, atau kapan pun," tulisnya di bio.

Tapi perbuatan-perbuatan Awkarain mendapat komentar bernada negatif dari politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. Budiman, yang dikenal sebagai aktivis pro-demokrasi semasa Orde Baru, membandingkan Awkarin dengan 'wanita listrik' Tri Mumpuni. 

Sekadar diketahui, Tri Mumpuni merupakan perempuan yang aktif memberdayakan listrik. Tri disebut telah melakukan pemberdayaan di lebih dari 60 lokasi terpencil di Indonesia.
 
Budiman menyindir Awkarin dengan menyebut aksi-aksinya hanya sekadar sensasional. Sementara, Ia menganggap, masyarakat membutuhkan yang esensial. Yang esensial itu menurutnya adalah apa yang dilakukan oleh Tri Mumpuni.

"Yang esensial mengubah nasib banyak orang dengan mendalam, tapi jumlah yang terdampak lebih sedikit daripada dampak tindakan kebaikan sensasional," tulis Budiman di akun Twitternya. "Kebaikan sensasional menginspirasi jauh lebih banyak orang, tapi dangkal dampaknya."

Baca Juga : Endorse Alat Pembesar Kelamin, Warganet Kritik Awkarin

Sontak, pernyataan Budiman mendapat banyak reaksi dari warganet. Pemilik akun @LooTjianPwee, misalnya, memandang apa yang dilakukan Awkarin tak pernah bertujuan untuk mendapat dukungan publik. Itu yang membedakan Awkarin dengan politisi: yang semua tindakannya berdasarkan kepentingan popularitas.

Senada, pemilik akun @hendralm berpendapat, Budiman tak seharusnya membandingkan kebaikan Awkarin dengan kebaikan Tri Mumpuni. Yang terpenting, menurutnya, Karin sudah memberi contoh baik untuk yang lain. Ia menyebut Budiman tak berpikir terbuka.

Tapi Awkarin sendiri, tak memberikan reaksi negatif terhadap pernyataan Budiman. Ia justru dengan bijak memberitahu pendukungnya yang menyerang Budiman.

"Mereka punya sudut pandang mereka sendiri dan kita tidak bisa menyalahkan itu," tulis Awkarin. "Yang terpenting, kita jangan berhenti berbuat baik."

Baca Juga : Awkarin Menangis Ceritakan Pengalaman Jadi Relawan di Palu

Karin tak tahu alasan politikus PDI Perjuangan itu menyerang dirinya. Menurutnya, selama ini, Ia hanya ingin bertindak untuk kemanusiaan. Awkarin juga menegaskan, perbuatan-perbuatannya tidak berhubungan dengan politik praktis.

"Enggak minat politik. Saya berkecimpung di dunia bisnis dan aktivis saja," katanya.

Kepada Budiman, Ia justru mengajak berbuat baik. Awkarin tak ingin berkutat pada perbincangan tentang 'esensi' dan 'sensasi' yang Budiman wacanakan. Menurutnya, berbuat baik adalah yang utama.

Merespons ajakan Awkarin, Budiman mengatakan, hanya bisa menyediakan panggung saja. "Tentu banyak yang lain, yang bisa saling membantu. Saya cuma bisa nyumbang pangung jika kamu, mbak Tri, Butet dan lain-lain, bisa sat panggung. Saya paling banter jadi moderatornya saja."

Tag: awkarin

Bagikan: