Alasan Anies Tak Kunjung Naturalisasi Sungai di Jakarta

Tim Editor

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Sudah dua tahun rencana naturalisasi sungai sebagai penanganan banjir yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak kunjung dilaksanakan.

Soal ini, Anies punya alasan kenapa program yang dijanjikan saat masa kampanye Pilgub DKI 2017 itu belum terrealisasi. Anies bilang, inti penanganan masalah banjir adalah pengendalian volume air yang masuk ke Jakarta dari hulu atau dataran tinggi.

"Sebesar apapun (sungai) yang kita buat, secepat apapun jalur (aliran air) sampai ke laut, selama volume air dari hulu tidak kita kendalikan, kita akan selalu menghadapi masalah. Kenapa? Karena ada permukaan tanah yang lebih rendah dari permukaan air laut," kata Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Jadi, Anies punya strategi khusus dalam mencegah banjir selain naturalisasi sungai, yaitu membangun kolam-kolam retensi di Hulu. Hal tersebut dilakukan agar volume air yang masuk ke Jakarta bisa terkendali.

"Kita lihat beberapa bulan lalu ketika kawasan Kampung Melayu banjir, padahal di situ sudah dilakukan normalisasi (program gubernur sebelumnya), justru banjirnya malah terjadi di kawasan yang sudah terjadi normalisasi," jelas dia.

Oleh karenanya, Anies sudah meminta Kementerian PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk mempercepat pembuatan bendungan di wilayah hulu yaitu Bogor dan sekitarnya.

"Kita bicara dengan BBWSCC untuk membereskan itu, karena apapun yang kita kerjakan di hilir apalagi dengan ada permukaan air laut yang tinggi, kecepatan air yang tinggi dengan volume besar tidak mungkin bisa dipompa dengan cepat sampai ke laut," ucap Anies.

Sekadar informasi, pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio memandang Anies tidak memperlihatkan contoh konkret dari penerapan naturalisasi aliran air di sungai-sungai Jakarta.

Dirinya melihat, Anies belum sepenuhnya menggalakkan program naturalisasi dalam mengurangi potensi banjir di Jakarta. Jika pun saat ini ibu kota tidak terjadi banjir, itu lebih dikarenakan musim kemarau panjang yang terjadi.

"Normalisasi sungai sudah 2 tahun terhenti, dan sekarang lagi musim kering itu apa isinya sudah itu sebentar nanti hujan deras atau hal apalagi yang mempengaruhi curah hujan pasti banjir," ungkapnya.

"Harusnya sekarang itu cepat-cepat reklamasi yang penting tidak sampai tertunda dan terjadi banjir besar. Karena normalisasi itu ya di badan sungai dilebarkan, sehingga tidak mempengaruhi daerah-daerah lain yang harus diperbaiki kalau banjir," tambah Agus.
 

Tag: kepemimpinan anies-sandi menyulap sungai di indonesia pemprov dki jakarta

Bagikan: