Saat Empat Menteri Jadi 'Kuli Proyek' LRT Jabodebek

Tim Editor

    Pengecoran Proyek Jembatan lengkung LRT (Gabriella Thesa/era.id)

    Jakarta, era.id - Empat menteri meresmikan pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang panjang (long span) Kuningan pada proyek LRT Jabodebek. Peresmian dilakukan di persimpangan Jalan HR Rasuna Said Kuningan dan Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

    Empat menteri itu yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mereka secara simbolik mengaduk semen dan mengecor long span tersebut.

    Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto mengatakan progres pengerjaan LRT Jabodebek tahap I telah mencapai 67,3 persen. Terdiri dari jalur lintas Cawang-Cibubur 86,2 persen, lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 58,3 persen dan lintas Cawang-Bekasi Timur 60,5 persen.


    Pengecoran Proyek Jembatan lengkung LRT (Gabriella Thesa/era.id)

    Ia mengatakan, pembangunan ketiga lintas LRT Jabodebek ini diprediksi selesai pada tahun 2020 dan beroperasi pada tahun 2021. "Juni 2021 LRT ini dapat dioperasikan," ujar Budi.

    Budi mengatakan jembatan lengkung bentang panjang ini dibangun dengan metode balanced cantilever yakni metode pembangunan dengan memanfaatkan efek kantilever seimbangnya maka struktur dapat berdiri sendiri, mendukung berat sendirinya tanpa bantuan sokongan lain dan memiliki tipe box girder dengan radius lengkung 115 meter. Panjang bentang utama 148 meter dan beban pengujian pondasi seberat 4.400 ton.

    Besi beton yang digunakan untuk pembangunan jembatan lengkung diperkirakan dua kali berat pesawat Boeing, sementara wire strand (tali besi) yang digunakan jika dibentangkan setara jarak Jakarta-Bandung.

    Baca Juga: Mungkin ini Penyebab LRT Velodrome-Kelapa Gading Belum Beroperasi

    Sementara itu, Menteri Basuki mengungkapkan pengerjaan LRT Jabodebek ini merupakan salah satu proyek yang cukup rumit untuk dikerjakan, baik dari segi struktur hingga pembiayaannya. Ke depannya, jika proyek ini berhasil maka pemerintah akan membangun hal serupa di kota-kota lain seperti Surabaya dan Medan.

    "Kita harap inovasi ini bisa mengedukasi baik dari segi efsiiesni, harga. Semoga ini beri kebanggaan bagi Indonesia," kata Budi Karya.

    Proyek LRT juga berhasil memecahkan dua rekor muri, yaitu yaitu Rekor Jembatan dengan Bentang lengung terpanjang dan radius terkecil di Indonesia serta kedua Rekor Pengujian Axial Statistic Loading Test pada pondasi bored pile dengan beban terbesar di Indonesia.

    Penyerahan rekor dilakukan langsung oleh Pendiri MURI Jaya Suprana kepada Budi Harto selaku Dirut ADHI. "Terima kasih MURI, semoga pemberian penghargaan ini memberi semangat bagi para engineer milenial kami dalam menatap tantangan ke depan," kata Budi.

    Tag: lrt

    Bagikan :