Mencoba Marketplace 'Manual' ala Pemprov DKI Jakarta

| 01 Apr 2020 09:12
Mencoba <i>Marketplace</i> 'Manual' ala Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (beritajakarta)
Jakarta, era.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka layanan belanja kebutuhan pokok dari rumah yang dapat dilakukan secara daring oleh masyarakat selama masa tanggap darurat bencana COVID-19. Kebijakan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pedagang dari sekitar 50 pasar tradisional, perusahaan aplikasi ojek daring, dan Perumda Pasar Jaya.  

Layanan ini dibuat dalam rangka mengurangi interaksi sehingga penyebaran wabah COVID-19 dapat lebih terkendali di Ibukota.

"Salah satu tantangan utama ketika tinggal di rumah kemudian harus memenuhi kebutuhan adalah mekanisme untuk mendapatkannya, distribusinya. Karena itu, kita membuat sebuah program yang InsyaAllah masyarakat bisa memanfaatkannya untuk belanja secara jarak jauh. Jadi, masyarakat di Jakarta bisa membeli kebutuhan-kebutuhannya di pasar secara langsung, menelepon setiap pedagang yang ada di pasar itu," ujar Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam Daily Brief COVID-19 di Pendopo Balai Kota Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Layanan belanja dari rumah ala Pemprov DKI Jakarta ini tak ubahnya marketplace yang masih sangat manual. Alih-alih menyediakan situs e-commerce yang terintegrasi, Pemprov DKI melalui PD Pasar Jaya mengumpulkan kontak nomor ponsel para pedagang dalam versi PDF.

Jadi, pembeli harus kontak (baik dengan telepon atau Whatsapp) langsung kepada penjual layaknya kita memesan barang kepada penjual langganan kita. Tak ada yang istimewa pada layanan ini selain database nomor kontak pendagang di pasar.

Pedagang yang terdaftar dalam layanan ini dijanjikan akan bertambah setiap harinya dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga Jakarta tanpa harus berinteraksi jual-beli secara langsung. Anies berharap kebijakan layanan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat DKI Jakarta selama dua pekan ke depan.

"Jadi misalnya, yang terbiasa ke Pasar Rumput, silakan Anda datang ke website atau instagram Pasar Jaya. Di situ nanti ada pilihan-pilihan. Misalnya pilih Pasar Rumput. Sesudah itu ada daftar pedagang-pedagang di Pasar Rumput dan nomor teleponnya, sehingga keluarga-keluarga di Jakarta tidak perlu pergi meninggalkan rumah, menelepon saja kepada pedagangnya, dan lalu membeli dan nanti akan dikirim menggunakan jasa pengantaran ojek online," terangnya.

 

 

 

 

 

View this post on Instagram

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin menambahkan, daftar pedagang pasar bersama nomor kontak yang dapat dihubungi telah tersedia di situs maupun sosial media instagram Perumda Pasar Jaya. Arief menegaskan, para pedagang yang terdaftar dalam kebijakan ini senantiasa diingatkan agar siaga melayani masyarakat melalui gawai.

"Kita sampaikan kepada pedagang semuanya agar segera kemudian memastikan handphone-nya tetap standby. Karena memang prosesnya tetap terjadi. Tetap terjadi jual beli. Tetap terjadi tawar menawar. Dan baru kemudian fungsi pengantaran dari ojek online akan menyampaikan barangnya kepada pelanggan. Jadi sangat sederhana. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta dan kemudian gerakan ekonomi kecilnya pedagang pasar juga tetap bisa dijaga," ungkapnya.

Sebelumnya, BUMN Pangan, Perum Bulog juga sudah punya platform daring untuk memudahkan aktivitas belanja saat penerapan social distancing bernama ipanganandotcom. Pembeli bisa membeli kebutuhan pokok melalui platform berupa situs dan akun di Shopee itu. ipanganandotcom, sudah menjangkau tujuh kota besar. Di antaranya DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan.

Namun, bahan pokok yang dijual masih sebatas beras kemasan premium, gula pasir premium, teh dan kopi produk rekanan.

 

Tags :
Rekomendasi