COVID-19 Bisa Diidentifikasi Lewat Perubahan Suara

| 12 Jul 2020 12:00
COVID-19 Bisa Diidentifikasi Lewat Perubahan Suara
Ilustrasi uji suara (Unsplash/@guillaumedegermain)
Jakarta, era.id - Peneliti dari MIT Lincoln Laboratory, Amerika Serikat meyakini perubahan suara mungkin bisa menjadi indikasi seseorang mengalami infeksi, termasuk virus korona (COVID-19). Berdasarkan hasil temuan baru, para peneliti lebih menyederhanakan pengujian COVID-19 yang selama ini melalui sampel air liur tenggorokan atau usap hidung.

Seperti dilansir SCMP, Minggu (12/7/2020), tim menganalisis data audio dari pembawa virus korona asimptomatik, para peneliti MIT Lincoln Laboratory mengusulkan cara untuk mendeteksi tanda-tanda virus. Sebab, perubahan suara terlalu halus untuk ditangkap telinga, mereka memanfaatkan komputer dalam menganalisis.

Dalam melakukan analisis, peneliti menggunakan algoritma guna menganalisis sinyal suara, peneliti mendeteksi gangguan suara seseorang yang bisa disebabkan oleh perubahan gerakan laring dan otot dalam sistem pernapasan. Sampel suara sendiri diambil dari video konferensi pers dan wawancara yang diunggah ke YouTube, Instagram, dan Twitter, dari lima orang.

?"Tim menganalisis data audio dari sebelum dan sesudah pasien dinyatakan positif COVID-19. Hasil hipetosis peneliti ditemukan, peradangan akibat virus mengurangi pergerakan otot yang melintasi sistem vokal seseorang karena terlalu menempel," papar tim peneliti.

Secara lebih sederhana, para peneliti menganalogikan penelitiannya dengan jari pianis. Dalam kondisi normal, jari-jari pianis bergerak dengan kompleksitas tinggi. Namun, jika pergelangan tangan dan gerakan jari saling menempel, seorang pianis hanya bisa memainkan nada yang lebih sederhana.

Oleh sebab itu, lewat kemudahan identifikasi, diharapkan dapat membantu identifikasi gejala dengan lebih mudah. Kasus asimptomatik berada pada 40 hingga 45 persen dari semua infeksi virus korona. 

"Penelitian selanjutnya juga perlu mengatasi masalah terkait pengaruh kondisi rekaman yang berbeda untuk sampel audio," lanjut mereka.

Selanjutnya, tim peneliti berencana untuk mengimplementasikan temuan itu melalui aplikasi. Di samping itu memungkinkan juga untuk deteksi infeksi lebih awal. Dalam makalah mereka, para peneliti mengatakan data perlu divalidasi oleh set data yang lebih besar dan lebih terkontrol.

"Nantinya, dokter juga dapat menggunakan untuk memonitor perkembangan pasien mereka dari jarak jauh. Kendati demikian, penelitian tersebut masih berada dalam tahap awal," jelas tim.

Tags : covid-19
Rekomendasi