Sinabung Erupsi, BNPB: Terbesar Di Tahun 2018

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Erupsi Gunung SInabung

Jakarta, era.id -  Gunung Sinabung kembali erupsi dan mengakibatkan kepulan abu vulkanik setinggi 5 kilometer. BNPB menyebut erupsi kali ini merupakan yang terbesar selama tahun 2018.

"Letusan disertai dengan suara gemuruh. Ini adalah letusan terbesar selama 2018 ini.  Abu vulkanik menyelimuti beberapa daerah di sekitar Gunung Sinabung," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis yang diterima era.id, Senin (19/2/2018).

Sutopo memperkirakan sejumlah wilayah di sekitar Gunung Sinabung akan diselimuti hujan abu vulkanik. Hal ini disebabkan abu vulkanik yang tertiup angin ke arah Barat hingga Selatan.

"Sejumlah kecamatan di Simpang Empat, Naman Teran, Payung, Tiga Nderket dan Munthe. Kondisi di lima kecamatan itu jadi gelap dengan jarak pandang sekitar 5 meter. Selain itu, batuan kecil juga menghujani 5 kecamatan itu. Hujan kerikil kecil juga masih terjadi seperti di Desa Kuta Mbaru dan Kuta Rakyat," jelas Sutopo.


(Foto: Istimewa)

Sutopo menambahkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih sangat tinggi. Tercatat lima kali gempa vulkanik dalam masih terjadi belakangan ini.

"Status Awas dari pukul 06.00 - 12.00 WIB telah berlangsung 1 kali gempa letusan dengan durasi 607 detik. Selain itu tercatat 10 kali guguran awan panas dengan durasi 195-792 detik, ditambah 14 kali guguran gempa dan 5 kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frekuensi, dan 5 kali gempa vulkanik dalam," papar Sutopo.

Di sisi lain, Sutopo mengatakan, Kepala BNPB Willem Rampangilei telah memerintahkan tim reaksi cepat BNPB melakukan pendampingan dengan BPBD Karo terkait penanganan erupsi Gunung Sinabung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kebutuhan masker dan mobil tangki untuk menyemprot abu vulkanik sangat dibutuhkan.

Tak hanya itu, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar dingin.

"Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir," kata Sutopo.

Tag: erupsi gunung sinabung

Bagikan: