Seluk-beluk Pencurian Data Perbankan Lewat Skimming

Tim Editor

    Ilustrasi (Pixabay)

    Jakarta, era.id - Polisi menangkap lima orang terduga pelaku skimming yang menggasak dana sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jawa Timur. Mereka adalah AS, RK, IR, FH dan MK.

    Tangkapan ini merupakan hasil perburuan satu minggu yang dilakukan tim bentukan Subdit Resmob Polda Metro Jaya Unit IV, hingga lokasi kelimanya akhirnya diketahui berada di Tangerang dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Sejak bulan Juli 2017, para tersangka mulai merancang seluruh operasinya. Mulai dari membuat alat skimming hingga menyediakan sejumlah alat lain penunjang operasi.

    Selanjutnya, para tersangka berkeliling ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Bali. Mereka menyebar sejumlah alat skimmer, memasangnya di sejumlah ATM.

    "Para tersangka memasangnya di berbagai ATM di sekitar wilayah Bali, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan Jakarta," tutur Kanit IV Subdit Resmob, AKP Rovan Richard Mahenu di Polda Metro Jaya, Jumat (16/3/2018).

    Sejak awal pekan ini, manajemen BRI dipusingkan oleh sejumlah laporan uang yang secara misterius 'menguap' dari rekening nasabah-nasabah mereka.

    Jumlah kehilangannya beragam, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp10 juta. Belakangan, polisi membuktikan uang-uang nasabah BRI dicuri oleh para kriminal lewat metode skimming.

    Mengenal metode skimming

    Skiming adalah metode pencurian informasi perbankan yang dilakukan dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu kredit dan debit seseorang. Metode ini termasuk dalam golongan phishing.

    Fungsi dari strip magnetik dalam kartu kredit dan debit adalah untuk menyimpan data, seperti pita pada kaset. Kalau pita kaset menyimpan data berupa suara, maka isi data di dalam strip magnetik adalah data perbankan.

    Skimming telah jadi tren di kalangan para pelaku kriminal. Bagaimana tidak, metode pencurian ini menjanjikan keuntungan besar dan risiko tertangkap yang cenderung kecil.

    Dalam melakukan aksi skimming, dibutuhkan sejumlah perangkat penunjang aksi, yakni WiFi Pocket Router dan perangkat kamera yang telah dimodifikasi menyerupai penutup tombol peng-input pin.

    Melalui metode skimming, para pelaku menduplikasi data di dalam strip magnetik, untuk kemudian dikloning ke dalam kartu ATM kosong. Tapi, jika pelaku menggunakan alat skimmer canggih, proses kloning dapat dilakukan dengan laptop.

    Karenanya, saat operasi dilakukan, pelaku biasanya berada di sekitar ATM yang disasar. Nantinya, data-data yang diperoleh dari proses skimming akan terkirim kepada pelaku lewat SMS.

    Atau jika tak canggih-canggih amat, proses kloning dapat dilakukan dengan cara manual, yakni dengan kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

    Alat skimmer bisa didapat di pasar-pasar gelap dengan akses terbatas. Harga alat skimmer ini hanya dibanderol dengan harga 500 dolar Amerika Serikat. Menariknya, para pelaku skimming dengan skill tingkat dewa biasa membuat alat skimmer dengan tangan sendiri.
     

    Tag: skimming kejahatan perbankan pencurian dana nasabah bri

    Bagikan :