Kemiskinan Jadi Penyebab Maraknya Prostitusi di Ibu Kota

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Usai mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Hotel Alexis, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membidik praktik prostitusi lain di ibu kota. Enggak cuma prostitusi kelas kakap di hotel-hotel, pemprov juga tengah mengamati praktik-praktik prostitusi jalanan.

Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah pesimis bahwa Pemprov DKI bisa menghilangkan prostitusi di ibu kota, khususnya prostitusi jalanan.

"Enggak bisa (diberantas) persoalan prostitusi itu kan sudah dari zaman nabi, itu perilaku manusia," kata Trubus kepada era.id, Minggu (1/4/2018). 

Trubus menambahkan, permasalahan dalam mencegah prostitusi hanyalah terbatas bagaimana agar permasalahan ini tidak menyebarkan penyakit dan tidak mengganggu pemandangan kota. Oleh sebab itu, baiknya para pekerja seks komersial (PSK) dikumpulkan di satu tempat atau dilokalisasi. 

Baca Juga : Setelah Alexis, Pemprov Sasar Prostitusi Jalanan

"Bukan dihanguskan, juga malah nanti 'kucing-kucingan' terus ada di kompleks-kompleks, apartemen, dan kos-kosan,"imbuhnya.

Dia juga menyebut, permasalahan prostitusi jalanan tidak bisa disamakan dengan prostitusi di tempat hiburan malam. Untuk itu, Trubus meminta Pemprov DKI menyelesaikan akan permasalahan bukan memusnahkan para pekerja malam. 

"Akar masalahnya adalah kemiskinan dan pengangguran," ucap Trubus.

Baca Juga : Pekerja Alexis Ingin Bertahan dalam Kehidupan Malam

Trubus juga mengingatkan perlu ada kesetaraan antaran PSK dengan pedagang kaki lima (PKL). Trubus berharap, para PSK di pinggir jalan tidak dibinasakan.

"Kalau PKL aja diberi kesempatan berjualan di pinggir jalan, apa bedanya mereka (PSK) dengan PKL?" ucap Trubus. 


Infografis (era.id)

Tag: hotel alexis tamat 100 hari anies-sandi

Bagikan: