ERA.id - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai ekonomi Indonesia sangat timpang.
JK memberi perumpamaan dari 10 orang kaya, hanya satu di antara mereka adalah muslim.
Pernyataan tersebut JK sampaikan di depan Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara silaturahmi Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Senin (14/6).
Menjadi kaya itu bkn krn agamanya, tp krn kerja keras, ulet dan niatnya. Kalau pemalas, apapun agamanya pasti miskin. Jadi komentar pak JK yg menghubungkan agama dgn kemiskinan atau kekayaan ini tdk tepat dan cenderung provokatif utk saling membenci.
— Ferdinand Hutahaean (@FerdinandHaean3) June 15, 2021
"Dari sisi ekonomi apabila ada 10 orang kaya, maka paling tinggi 1 orang muslim," kata JK.
Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari pernyataan JK tersebut.
Menurut Ferdinan bahwa menjadi orang kaya tak ada hubungannya dengan agama.
"Menjadi kaya itu bukan karena agamanya, tapi karena kerja keras, ulet dan niatnya," kata Ferdinand di akun Twitter-nya, Senin (15/6).
Pria asal Sumatera Utara tersebut memberikan alasan atas opininya, jisa seseorang malas apapun agamanya pasti miskin.
"Jadi komentar Pak JK yang menghubungkan agama dengan kemiskinan atau kekayaan ini tidak tepat," sambung Ferdinand.
Pria yang pernah memimpin Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) tersebut menilai, ucapan JK cenderung provokatif untuk saling membenci.