Puan Ajak WNI di Jepang Jaga Profesionalitas

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Menko PMK Puan Maharani bersama careworker Indonesia di panti lansia, di Tokyo, Jepang, Jumat (13/4/2018). (Istimewa)

Tokyo, era.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meminta warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri menjaga profesionalitas dan nama baik bangsa. Hal itu disampaikan Puan saat menemui careworker Indonesia di Panti Lansia Minato-ward Special Nursing Home for the Elderly Shirokanenomori, di Tokyo, Jepang, Jumat (13/4).

Di panti lansia tersebut banyak careworker dari Indonesia.Tercatat 2.115 WNI menjadi careworker di Jepang sejak 2008-2017. Dari jumlah tersebut, 622 orang nurse dan 1.493 orang careworker, serta 328 orang sedang diproses untuk penempatan pada tahun ini.

"Pesan saya pada careworker Indonesia,  tetap jaga kebersamaan dan nama baik Indonesia. Tunjukkan bahwa careworker Indonesia mampu bekerja profesional," pesan Menko PMK, melalui pernyataan tertulis, Jumat sore.

Baca Juga : Kisah Pilu Aksioma Waruwu yang Meninggal di Jepang


Menko PMK Puan Maharani bersama careworker Indonesia di panti lansia, di Tokyo, Jepang, Jumat (13/4/2018). (Istimewa)

Puan berpesan para pekerja dari Indonesia menggunakan jalur legal agar mendapat perlindungan selama bekerja di luar negeri. Dia tidak ingin kisah miris Aksioma Waruwu yang meninggal di Jepang terulang karena tidak mendapat perlindungan lantaran persoalan legalitas status.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK yang didampingi Duta Besar RI untuk Jepang dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan menemui dan berdialog dengan 28 calon careworker asal Indonesia.

Puan menyampaikan pemerintah Indonesia meminta Pemerintah Jepang menambah quota tenaga careworker asal Indonesia. Namun dia berpesan agar  penambahan kuota itu dilakukan dengan jaminan para pekerja memiliki keahlian dan keterampilan pendukung.
"Pemerintah Jepang telah merespons positif hal tersebut," ucapnya. 

Saat ini, kata Puan, pemerintah Indonesia akan menguatkan program pelatihan bahasa asing dan keterampilan lain di dalam negeri untuk menambah keahlian calon pekerja.
"Pemerintah akan memperkuat program pelatihan di dalam negeri sebelum careworker dikirim mengikuti tes di Jepang agar kelulusan calon careworker Indonesia tinggi,” ujar Menko PMK.

Careworker yang bekerja di Jepang mendapatkan fasilitas yang baik, antara lain gaji sesuai UMR di Jepang (mulai dari Yen 100.000), hak cuti, penginapan, pelatihan, dan uang saku selama pelatihan.

Hmmm, menarik kan!


Puan Maharani berbincang dengan careworker Indonesia di panti lansia, di Tokyo, Jepang, Jumat (13/4/2018). (Istimewa)

Tag: puan maharani kemenko pmk

Bagikan: