Teknologi Canggih SUGBK Siap Buka Asian Games 2018

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Wildan/era.id)

Jakarta, era.id - Setelah direnovasi selama 16 bulan, kini Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bersiap menyambut gelaran Asian Games 2018. Stadion berkapasitas 78.000 kursi ini banyak berubah untuk menyambut tamu dari 45 negara peserta Asian Games.

Renovasinya pun tidak murah. Anggarannya mencapai Rp770 miliar dengan kontraktor dari PT Adhi Karya. Hasilnya tentu ciamik, sebab teknik pencahayaan stadion pun makin cemerlang, mencapai 3.500 lux. Ditambah rumput lapangan yang makin keren, sistem papan skor, sistem suara, dan kamera pengawas sesuai standar internasional. 

Selain perubahan tadi, pengelola SUGBK dan penyelenggara Asian Games 2018 juga sedang melakukan persiapan lainnya, yaitu upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. Tentu, panitia punya sesuatu yang spesial untuk hal ini.

Menurut Ketua Panitia Asian Games 2018 Erick Thohir, dalam berbagai kesempatan, acara pembukaan dan penutupan ini dipersiapkan agar bisa jadi pintu masuk sport tourism untuk Indonesia.

"Olahraga bisa menjadi industri. Olahraga satu-satunya yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri. Turnamen multievent bisa meningkatkan branding, sedangkan single event bisa jadi sport tourism," kata dia.

Lalu apa saja yang dipersiapkan? Untuk acara pembukaan Asian Games di SUGBK, yang paling menonjol adalah bagian pencahayaan. Tidak tanggung-tanggung, teknologi teranyar dipasang di stadion ini. 


Infografis Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah berbenah. Kini stadion kebanggaan bangsa itu bisa tampil di Asian Games (Wildan/era.id)

Kalau dulu, sistem pencahayaan di GBK membutuhkan waktu 15 menit sebelum terang, sekarang dengan teknologi LED standar FIFA, dan federasi atletik internasional (IAAF), lampu ini bisa difungsikan sebagai interactive dynamic lighting alias terang atau menyala dalam hitungan detik.

Baca Juga : Merekam Asian Games dari Masa ke Masa

Selain itu, titik lampu sebanyak 610 set tersebut diatur agar dapat terkoneksi dengan tata suara, sehingga pergerakan lampu bisa seirama dengan musik. Dengan menggunakan LED lighting system ini, konsumsi listrik jadi lebih hemat hingga 50 persen dari teknologi konvensional. Ditambah lagi kualitas pencahayaannya pun lebih baik tiga kali lipat.

Tidak melulu soal pencahayaan, SUGBK sekarang punya teknologi mutakhir soal panel surya. Panel ini jadi penyuplai listrik ke seluruh stadion. Panel ini memiliki kapasitas 420 KWP yang mampu menghasilkan energi rata-rata 1.470 KWH per hari. 

Baca Juga : Berkenalan dengan Maskot Asian Games 2018

Jika suplai energi masih dirasa belum cukup, Thohir mengaku akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penyediaan genset yang mumpuni, sebab PLN disebutnya hanya bersedia menyediakan baterai.

"Saya rasa itu perlu diantisipasi (acara pembukaan dan penutupan), karena daya yang diperlukan itu luar biasa besar waktu itu. Ini perlu sekali genset," ujarnya saat ditanya mengenai persiapan SUGBK menyambut Asian Games 2018.

Tag: menjadi bangsa pemenang asian games 2018

Bagikan: