Polusi Udara Sebabkan Kematian Global

Tim Editor

Ilustrasi polusi udara (Pixabay)

Jenewa, era.id - Organisasi Kesehatan Dunia WHO baru-baru ini merilis laporan statistik mengenai kondisi polusi udara di dunia. Berdasarkan laporan badan PBB yang fokus menangani kesehatan global ini, lebih dari 90 persen populasi bumi bernapas dengan kondisi udara yang terkontaminasi. 

Sembilan dari 10 orang, secara global juga diklaim bernapas dengan udara yang memiliki tingkat polusi berbahaya. Lebih jauh, polusi udara ini merupakan penyebab kematian 7 juta orang dalam data global yang dirilis oleh WHO pada Rabu, (3/5/2018). 

"Polusi udara mengancam kita semua, tetapi orang miskin dan termajinalkan menjadi pihak yang paling potensial terkena imbas," ujar pemimpin WHO, Tedro Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya, seperti dilansir dari dw.com.

WHO juga telah memeriksa kualitas udara di dalam dan luar ruangan dengan menggabungkan data dari 4.300 gedung dan kota di 108 negara. Udara di luar ruang diestimasi telah menyebabkan 4,2 juta kematian pada 2016. Kemudian, kegiatan rumah tangga seperti penggunaan arang untuk memasak menjadi penyebab tewasnya sekitar 3,8 juta jiwa.


Ilustrasi polusi udara dari pabrik (Foto: Pixabay)

Badan PBB juga mencatat, lebih dari 40 persen dari total populasi global tidak memiliki akses penggunaan bahan bakar memasak ramah lingkungan.

"Kami tidak bisa menerima bahwa lebih dari tiga miliar anak-anak dan wanita menghirup asap mematikan setiap hari dan menggunakan tungku dan bahan bakar yang mencemari rumah mereka," tambah Ghebreyesus. 

WHO menyimpulkan, polusi udara merupakan penyebab utama berbagai penyakit mematikan seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan infeksi pernapasan seperti pneumonia dan ISPA.


Foto: Twitter @WHO

Tag: kesehatan pbb

Bagikan: