Ruang Terbuka Hijau di Solo Minim, Gibran Minta Bantuan Menteri Lingkungan Hidup

ERA.id - Banyaknya pembangunan di kota Solo membuat menyusutnya pembangunan ruang terbuka hijau (RTH).

Terkait permasalahan ini Gibran menjanjikan adanya penambahan RTH baru usai tergusurnya karena pembangunan.

”Ada beberapa titik ang kita bangun untuk mengejar pembangunan infrastruktur. Konsekuensinya memang beberapa ruang terbuka hijau kami alihkan,” kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo Senin (8/8/2022).

Gibran mengaku beberapa pohon yang terdampak pembangunan tidak semua ditebang. Namun ada sebagian pohon yang dipindahkan dan dialihkan ke lokasi lain.

”Saya mohon waktu dulu biar pembangunan kita selesaikan tepat waktu,” kata Gibran.

Gibran mengakui saat ini ada beberapa titik RTH yang hilang dikarenakan pembangunan. Salah satunya di sekeliling Stadion Manahan dan Palang Joglo. Namun ia berjanji akan mengganti dengan yang baru. Namun untuk penggantiannya akan dipilih pohon yang tidak keras akarnya.

”Kita pilih pohon yang rimbun tapi akarnya lunak,” ucapnya.

Terkait penambahan RTH ini Gibran telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Ia meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk penambahan luasan RTH.

”Saya sudah ketemu dengan bu Menteri LH di Semarang kemarin. Beliau akan menupport penambahan RTH di Solo,” ucapnya.

Sebagai informasi berkurangnya luasan RTH itu terlihat pada Data RTH di Kota Surakarta, tahun 2019 dan 2020 RTH Publik mencapai 372,94 hektar, sementara luasan RTH di pada 2021 mencapai 355,23 hektar  setara 7,60 persen dari 46,72 kilometer persegi total luasan Kota Solo.

Pengurangan luasan RTH yang paling banyak terjadi pada RTH Hutan Kota dari 103,40 hektar di tahun 2019 dan 2020 menjadi 75,42 hektar. Pengurangan cukup besar juga tercatat di RTH Sempadan Rel dari 23,27 hektar menjadi 10, 78 hektar pada tahun 2021. Di sisi lain, ,ada juga jenis RTH yang mengalami penambahan perluasan seperti RTH Sempadan Sungai dari 69,81 menjadi 86, 04 hektar dan sejumlah jenis RTH lain walau tidak signifikan.