Anggota Dewan Ini Curhat Sering Kena Bully Gara-gara Kontroversi Anggaran Gorden Rumah Dinas hingga Kalender DPR

ERA.id - Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman mengaku sering terkena perundungan akibat persoalan anggaran DPR RI yang menjadi kontoversi. Misalnya soal anggaran gorden, pengecetan atap gedung kura-kura, hingga pengadaan kalender.

Keluhan itu disampaikan di sela-sela rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Sekjen MPR dan Sekjen DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8/2022).

Awalnya, Habiburokhman menyoroti soal laporan Sesjen MPR RI yang menyebut adanya pemborosan keuangan negara sebesar Rp2,6 miliar untuk penyewaan kendaraan dan pemberian bahan bakar minyak (BBM) untuk pejabat. Menurutnya, temuan itu sedikit banyak juga berpengaruh pada citra anggota dewan.

"Nah, Pak Sesjen MPR. Saya perlu, kita sama-sama mengingatkan. Bapak itu kan kerja membawa nama baik kami," kata Habiburokhman.

Setelah itu, Habiburokhman langsung menyoroti sejumlah anggaran DPR RI yang menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Sayangnya, Sekjen DPR RI tidak hadir dalam rapat dengan Komisi III.

Adapun sejumlah anggaran yang dimaksud yaitu pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR RI, pegecatan atap gedung Kura-Kura, hingga yang terbaru mengenai pengadaan kalender.

"Ini keluhan kami, MPR dan tadinya sekjen DPR tapi Sekjen DPR ngga dibahas di sini. Mulai dari soal kalender, sola gorden, soal pengecatan gedung dan lain sebagainya," kata Habiburokhman.

Habiburokhman pun menegaskan, anggaran-anggaran yang kontroversial seperti yang dia sebutkan tadi banyak mempengaruhi nama baik para anggota dewan.

Dia berharap kedepannya masalah anggaran yang memancing keributan ini bisa lebih diminimalisir dan segera dicarikan solusinya.

"Maksud saya, poinnya, kerja bapak-bapak ini mempengaruhi kami, mempengaruhi nama baik kami, mohon ditindaklajuti dengan maksimal," ucapnya.

Mendengar hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir mengatakan, terkait dengan keluhan anggaran itu bisa langsung disampaikan ke rekan sesama anggota dewan di komisi hukum. Sebab, beberapa orang yang menjadi anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI.

"Kalau DPR bisa titip kawan-kawan kita di BURT," kata Adies.

Habiburokhman sepakat dengan usulan Adies. Dia lantas melanjutkan keluhannya bahwa selama ini kerap dirundung hanya perkara anggaran DPR RI.

"Siap ketua, kita dibully gara-gara, sesuatu yang bukan urusan kita," ucap legislator Fraksi Gerindra itu.

Adies pun meminta ke depannya bisa digelar rapat internal di Komisi III DPR RI, khususnya yang tergabung di BURT untuk membicarakan soal anggaran parlemen.

Sembari berkelakar, Adies tak mau rekan sekomisinya dirundung lagi.

"Nanti kita rapat internal dengan kawan-kawan Komisi III yang di BURT. Jangan sampai Habiburokhman, kawan kita di Komisi III di bully gara-gara gorden," kata Adies.