Ramal Sosok Presiden 2024, Denny Darko: Laki-laki, di Bawah 60 Tahun, Sulit bagi Prabowo dan Puan Maharani

ERA.id - Ahli tarot Denny Darko meramal siapakah sosok pejabat yang bakal maju menjadi presiden 2024. Sang ahli tarot melihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpeluang menjadi presiden 2024.

Ia merasa bahwa pengganti Jokowi merupakan seorang pria yang usianya di bawah 60 tahun. Selain itu, Denny Darko mengatakan bahwa ini sulit bagi Prabowo dan Puan Maharani. Sebab, saingannya para pria yang pernah menjabat suatu daerah.

"Presiden ini masih laki-laki, dibawah usia 60 tahun. Ini berarti sulit bagi Pak Prabowo, Mbak Puan. Mas-mas, abang abang ini akan bertarung memperebutkan posisi tampuk kepemimpinan tertinggi di republik. Bisa saja memiliki presiden diusia termuda," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Denny Darko.

Denny Darko mengatakan bahwa masyarakat sekarang tengah jenuh melihat presiden yang maju menjadi dua periode. Maka dari itu, masyarakat ingin presiden baru dan bukan Jokowi lagi.

Denny Darko (Foto: YouTube/Denny Darko)

"Masyarakat ini sudah jenuh, sepertinya beberapa tahun sekali atau setiap dua periode sekali mulai teredukasi. Mulai mengajukan sebuah nilai agar bagaimana negara ini dijalankan dengan cara lebih baik lagi" tuturnya.

"Bahkan dulu, anak-anak muda enggak melek politik. Dan sekarang sudah mulai banyak orang-orang menunjukan kesetujuan dan ketidaksetujuan mereka terhadap pemerintahan. Era keterbukaan diciptakan media sosial, mulai memiliki harapan. Tidak sedikit berjuang supaya harapannya menjadi kenyataan," lanjutnya.

Suami Vina Candrawati ini mengatakan sekarang masyarakat tak terlalu memikirkan gelar. Tetapi, mereka melihat kinerja dan menginginkan pemimpin yang pernah memimpin suatu daerah.

"Seakan-akan sekarang gelar saja tidak cukup. Masyarakat mau mereka itu menunjukkan rapor. Mereka meminta rapor sejenis, seperti daerah. Memproklamirkan diri sendiri, sebagai sesuatu itu tidak mudah dibeli masyarakat," tuturnya.

Denny Darko melihat Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil memiliki peluang jauh lebih besar ketimbang para pesaingnya. Sebab, mereka terbukti pernah mengelola suatu daerah. Walau berhasil atau tidak berhasil, itu masih bisa dipertanggungjawabkan.

"Orang-orang ini berusaha untuk tidak dilibatkan. Maka tidak melibatkan mereka, itu berarti tidak melibatkan milenial. Milenial mempercayai orang-orang ini. Mengabaikan milenial ini adalah pilihan yang salah," imbuhnya.

"Pemilih terbesar adalah milenial ini tadi. Mereka dirasa memiliki kepercayaan, argumen yang tidak bisa diganggu oleh yang lainnya. Akhirnya kepala daerah ini punya basis massa yang besar yang bukan simpati partai, tetapi simpati dari figur," ucapnya.

Menurutnya, kehadiran Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil justru membuat Prabowo, AHY dan Puan Maharani jadi sulit untuk bersaing. Sebab, ketiga tokoh ini memiliki penggemar yang banyak.

"Ini sangat susah bagi Prabowo, AHY dan Puan. Apakah ini Prabowo karena pendiri partai? Sehingga dia harus dipilih milenial? Apakah AHY dan Puan benar benar hebat atau anak kolong saja? Memang bisa saja tidak adil. Tapi bayang- bayang orangtua," lanjutnya.