AHY Bandingkan Pemerintahan SBY dengan Jokowi, PAN: Tugas Anak Memuji Orang Tua

ERA.id - Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menjawab santai soal pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang membandingkan pemerintahan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih baik daripada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Yandri, semua orang bebas mengemukakan pendapat. Apalagi pendapat itu disampaikan anak untuk orangtuanya.

"Semua orang kan bebas berpendapat. Kalau AHY ngomongin bapaknya, ya masa jelek-jelekin bapaknya? Ya pasti muji bapaknya dong," kata Yandri.

Yandri menilai, pernyataan AHY hanyalah sikap berbakti kepada orang tua. Dia malah akan mempertanyakan jika AHY justru menyerang SBY.

Karena itu, menurut Yandri, pernyataan AHY yang memuji SBY tidak perlu diperdebatkan lebih jauh.

"Saya bingung kalau AHY menyerang SBY. Jadi kalau dia muji-muji SBY ya layak dan memang tugas sebagai anak. Jadi itu biasa saja, enggak perlu diperdebatkan kalau anak muji ayah. Anak berbakti ke orang tua," ucap Yandri.

Sebelumnya, AHY ingin agar partainya dapat memenangkan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

AHY mengakui dirinya pernah kalah pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau pemilihan gubernur (Pilgub) 2017 lalu. Namun hal ini tidak mematahkan semangat dirinya untuk memenangkan Pemilu 2024.

Dia mengatakan, Indonesia membutuhkan perubahan Menurutnya, kehidupan masyarakat hari ini tidak lebih baik dari era pemerintahan SBY.

"Banyak yang hidupnya semakin sulit. Betul? Kita tidak ingin membanding-bandingkan ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden SBY, ketika Partai Demokrat berada dalam pemerintahan nasional," ujarnya.

Sebagai partai oposisi, AHY mengatakan Demokrat harus mengkritisi kebijakan yang tidak pro rakyat.

Sebab, katanya, dari pemerintahan Presiden Joko Widodo ini, harga-harga bahan pokok, BBM, dan utang negara, naik. Menurutnya juga, kemiskinan dan pengangguran di masa pemerintahan ini semakin tinggi.

"Bukan kekuasaan yang kita incar tapi kita ingin mengusung perubahan dan perbaikan. Mengapa kita butuh perubahan dan perbaikan, bapak ibu sekalian, para kader sekalian? Karena kehidupan masyarakat kita hari ini tidak lebih baik dari dulu," ucapnya.