Menhub Setuju Usulan Pj Gubernur DKI yang Minta LRT Dihubungkan dengan Stasiun Manggarai

ERA.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyetujui usulan yang disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono agar moda lintas raya terpadu (LRT) DKI terhubung ke Stasiun Manggarai.

Menhub mengingatkan bahwa Manggarai memang diproyeksikan sebagai stasiun sentral perkeretaapian di Jakarta yang memenuhi kebutuhan transportasi umum berbasis rel jarak dekat maupun jarak jauh.

Menhub mengungkapkan bahwa Pj Gubernur sempat mengusulkan penyambungan LRT DKI dari Stasiun Velodrom di Rawamangun ke Stasiun Manggarai, menambah rute lama yang menuju Stasiun Halim, dalam rapat internal yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo terkait pengembangan LRT DKI dan LRT Palembang di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

"Tadi diusulkan Pak Gubernur ke Manggarai, saya setuju sekali. Kenapa? Manggarai menjadi central station, (kereta api) jarak jauh dan dekat semua di Manggarai termasuk (kereta) bandara," kata Budi Karya kepada awak media selepas pertemuan dikutip dari Antara.

"Jadi kalau ada lalu lintas tambahan dari Velodrom menuju Manggarai, jumlah penumpang yang akan ke luar kota maupun ke bandara itu naik. Sebaliknya mereka dari bandara ke Manggarai bisa forwarding dengan head way yang relatif singkat," ujarnya menambahkan.

Menurut Menhub, penyambungan rute Velodrom-Manggarai untuk LRT DKI akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum pembangunan fase ketiga yang meliputi Stasiun Dukuh Atas.

Sebelumnya, Pj Gubernur DKI Heru Budi pada Jumat (28/10) menyatakan belum memastikan kelanjutan proyek Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta Fase 2A karena mempertimbangkan prioritas anggaran Pemprov DKI.

"Nanti kami lihat apakah itu bisa kami lanjutkan, kan bisa juga dilanjutkan oleh gubernur periode berikutnya, periode 2024," kata Heru.

Untuk itu, pihaknya akan membahas proyek tersebut dalam pembahasan tersendiri, termasuk opsi pembiayaan proyek yang menghubungkan Stasiun Pegangsaan Dua di Kelapa Gading hingga Jakarta International Stadium (JIS) itu.

Proyek LRT Fase 2A sedianya melintasi enam stasiun pada segmen Britama, Artha Gading, Sunter Timur, Gelanggang Remaja, Sunter Barat, dan berakhir di JIS sepanjang 8,2 kilometer.

Namun, anggaran pembangunan LRT Fase 2A tidak tercantum dalam Rancangan APBD DKI 202