Menteri Inggris Gavin Williamson Mengundurkan Diri Usai Dituduh Lakukan Intimidasi

ERA.id - Menteri Inggris, Gavin Williamson, memutuskan untuk mundur dari jabatannya menyusul tuduhan intimidasi yang melibatkan dirinya. Williamson mengaku tuduhan itu mengganggu pekerjannnya di pemerintah.

Surat pengunduran diri Gavin Williamson diajukan ke Perdana Menteri Rishi Sunak, Selasa (8/11/2022). Dalam surat tersebut, ia mengaku dirinya mengikuti proses hukum sekaligus minta maaf atas kontroversi yang terjadi.

"Seperti yang Anda ketahui, ada proses pengaduan yang sedang berlangsung mengenai pesan teks yang saya kirim ke seorang rekan. Saya mematuhi proses ini dan saya telah meminta maaf kepada penerima atas pesan-pesan itu," kata Gavin Williamson, dikutip CNN, Rabu (9/11/2022).

Lalu, kata Williamson, sejak aduan intimidasi itu muncul dan viral, ia menerima sejumlah tuduhan lain atas perbuatannya di masa lalu. Tetapi tuduhan itu sepenuhnya dibantah olehnya.

Meski menyangkal tuduhan tersebut, Williamson menyadari pekerjaannya terganggu. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan mematuhi proses yang berlangsung.

"Oleh karena itu, saya telah memutuskan untuk mundur dari pemerintah sehingga saya dapat sepenuhnya mematuhi proses pengaduan yang sedang berlangsung dan membersihkan nama saya dari segala kesalahan," ucapnya.

Tuduhan terhadap Gavin Williamson ini muncul dari mantan wakil kepala cambuk, Anne Milton. Milton menggambarkan perilaku Williamson lima tahun lalu saat masih menjadi kepala cambuk yang suka mengancam dan mengintimidasi.

Milton yang bekerja bersama Williamson juga menggambarkan perilakunya sebagai tindakan tidak etis dan tidak bermoral.

"Saya mendapat kesan bahwa dia menyukai gosip cabul dan akan menggunakannya sebagai pengaruh terhadap anggota parlemen jika diperlukan," kata Milton.

Sementara itu, Williamson disebut tidak akan menerima pesangon setelah mengundurkan diri dari jabatannya. Menurutnya uang tersebut merupakan pembayaran pajak yang harus digunakan untuk prioritas pemerintah.

Anggota parlemen Partai Konservatif itu sebelumnya dipecat dari jabatannya sebagai menteri pertahanan pada 2019 oleh Perdana Menteri Theresa May. Saat itu ia dipecat karena bocornya keputusan penting terkait dengan raksasa telekomunikasi China Huawei.

Tetapi saat itu Williamson membantah dengan keras tuduhan yang menyebut ia sebagai sumber dari kebocoran informasi. Lalu Mantan Perdana Menteri Boris Johnson mengangkatnya sebagai Sekretaris Negara untuk Pendidikan. Tetapi Johnson mencopot jabatan itu di tahun 2021.