Diduga Lakukan Penipuan, CEO Promotor Konser K-Pop We All Are One Dilaporkan

ERA.id - Konser K-Pop di Indonesia yang bertajuk We All Are One kini sedang menuai sorotan, usai menunda pagelarannya yang awalnya 10 sampai 12 November 2022, menjadi di tahun 2023. Penundaan dilakukan karena mempertimbangkan kejadian kerusuhan di Itaewon dan Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu.

Namun, penundaan ini berujung pada kecurigaan adanya penipuan yang dilakukan CEO promotor PT Coution Live Indonesia, yakni Park Jai Hyun alias Direktur Park. Dilansir dari YouTube Viva, laporan atas Direktur Park ini dibuat oleh Derpita Gultom ke Polsek Tamansari, Jakarta Barat.

Derpita awalnya mentransfer uang sebesar Rp340.748.000 ke rekening Pt Caution Live pada 7 Oktober 2022, untuk penyelenggaraan konser We All Are One. Saat konser batal, Derpita meminta pengembalian uang, tetapi Direktur Park selalu menunda hingga akhirnya dilaporkan.

PT Visi Musik Asia yang juga terlibat dalam konser We All Are One ini mendukung langkah hukum tersebut. Sebagai vendor yang mengurus lapangan acara, PT Visi Musik Asia mengaku mengalami kerugian dari pihak PT Coution Live.

PT Visi Musik Asia menagih pembayaran atas kerjanya, akan tetapi tidak ditanggapi oleh Direktur Park dan PT Coution Live hingga batas waktu yang ditentukan. Atas hal ini, mereka meminta bantuan konsultan hukum Fritz Paris Hutapea untuk menindaklanjuti.

"Sudah ada upaya mediasi, tapi digantung terus dan sampai sekarang tidak dibayar sama sekali dan sudah ditelepon tidak dijawab lagi," Direktur PT Visi Musik Asia, Rizky Triadi.

Sementara itu, konser We All Are One yang sebelumnya dijadwalkan pada 10 sampai 12 November 2022 di Stadion Madya GBK akan dimeriahkan oleh deretas artis K-Pop ternama. Mulai dari Chen EXO, Bambam dan Youngjae GOT7, Oh My Girl, Pentagon, ASTRO, SF9, CIX, NMIXX, dan lainnya.