Imbau Masyarakat Tak Dirikan Tenda Darurat di Depan Rumah, BNPB: Sebaiknya Mengungsi

ERA.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat yang terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat untuk tidak mendirikan tenda darurat di depan rumah.

Berdasarkan laporan visual maupun laporan dari BPBD Cianjur, disebutkan banyak masyarakat yang mulai mendirikan tenda darurat menggunakan terpal di depan rumah masing-masing.

"Karena ini sudah menjalang malam, banyak masyarakat yang mulai mendirikan atau mennggunakan terpal-terpal untuk mendirikan tenda-tenda darurat di depan rumah masing-masing," kata Plt Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers di YouTube BNPB, Senin (21/11/2022).

Abdul mengatakan, BNPB mengimbau masyarakat untuk mengungsi saja di titik-titik yang sudah disiapkan pemerintah daerah setempat. Saat ini sudah ada empat titik pengungsian, salah satunya di pendopo kantor Bupati Cianjur.

"Tetapi, kami mengimbau kepada masyarakat, sekiranya tidak yakin dengann kondisi rumahnya itu bisa bisa mengungsi sementara di tempat-tempat yang sudah ditetapkan pemerintah daerah," katanya.

Sebagai tambahan catatan, BNPB untuk sementara ini sudah mendata ada 3.895 orang yang mengungsi di Kabupaten Cianjur.

BNPB, saat ini juga akan menambahkan beberapa tenda pengungsian, dengan kapasitas satu tenda bisa menampung 30-40 orang.

"Yang sudah berjalan saat ini dari yang disampaikan Kepala BNPB itu ada 47 tenda yang akan didorong malam ini untuk mendukung kebutuhan warga terdampak di Kabupaten Cianjur," kata Abdul.

Untuk diketahui, telah terjadi gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang berpusat di sekitar wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BNKG) menginformasikan, gempa disebabkan karena adanya pergerakan dari sesar cimandiri. Adapun pusat kedalam gempa yaitu 10 kilometer.

Lantaran merupakan gempa dangkal, BMKG menyebut ada potensi terjadi gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk tidak berada di dalam ruangan atau gedung saat gempa terjadi.

Meski begitu, BMKG memastikan gempa di Cianjur tidak menyebabkan tsunami karena pusat gempa ada di darat.