Kerabat Sebut Hasil Pemeriksaan CCTV Mobil yang Nabrak Selvi dari Rombongan Polda Metro Jaya

ERA.id - Yudi Junadi, selaku kerabat Selvi Amalia Nuraeni mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dari CCTV (Closed Circuit Television) bahwa korban ditabrak oleh rombongan mobil dari jajaran kepolisian Polda Metro Jaya. 

"Sesuai dengan CCTV yang kita miliki mobil yang nabrak salah satu dari rombonagan PMJ yang ke Cianjur dalam rangka pemeriksaan TKP (tempat kejadian perkara) kasus Wowon/pembunuh bernatai. Tidak ada dalam iring-iringan mobil Audi yang disebut penyusup. Bisa dilihat CCTV-nya," ujar Yudi Junadi melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (25/1/2023). 

Ia pun mempertanyakan dari pernyataan omongan polisi yang menyebutkan bahwa mahasiswi jurusan Fakultas Hukum (FH) Universitas Suryakencana tewas bukan tertabrak rombongan polisi. 

"Andaikata pernyataan Kapolres benar, patut dipertanyakan kenapa ada orang nabrak di depan puluhan polisi dibiarkan.? Tidak ada tindakan appaun. Selvi tergeletak beberapa menit gaka ada dari kepolisian. Warga gak berani nyentuh karena helmnya pecah dan otak kepalanya ada di mulut," jelasnya. 

Dengan demikian, Yudi yang merupakan tim advokasi sekaligus dosen Selvi meminta kepada kepolisian untuk mengungkap secara jelas siapa pelaku orang yang menabrak korban tersebut. 

"Bagi keluarga siapa yang menabrak gak penting apakah rombongan atau audi penyusup, yang diharapkan Kapolres segera menangkap pelakunya. Kalau bukan polisi kan lebih muda. Jangan ditutup-tutupi, (dan) buat statmen berubah-rubah," katanya. 

Viral di media sosial seorang mahasiswi jurusan Fakultas Hukum (FH) Universitas Suryakencana, Selvi Amalia Nuraeni, tewas ditabrak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat silam.

Insiden itu diduga melibatkan seorang polisi. Hal ini diungkap oleh akun Twitter @mazzini_gsp. Dia menulis Selvi diduga ditabrak oleh rombongan pejabat teras kepolisian.

"Selvi Amalia Nuraeni, Mahasiswi FH Unsur adalah korban tabrakan di Jl Raya Bandung. Selvi diduga tertabrak oleh rombongan pejabat teras kepolisian," tulis Mazzini yang dikutip ERA.