Curhat Kondisi di Dalam Penjara, Romahurmuziy: Enggak Manusiawi, Enggak Ada Kulkas dan Pemanas

ERA.id - Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Romahurmuziy alias Romy menyoriti kelayakan hidup narapidana di rumah tahanan (rutan). Hal ini berdasarkan pengalamannya selama satu tahun mendekan di Rutan Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia menyebut, kondisi rutan sangat tidak manusiawi lantaran tidak ada kulkas dan pemanas.

"Kan enggak ada pemanas, enggak ada kulkas, enggak boleh ada apa-apa. Jadi itu yang saya lihat tidak manusiawi," kata Romy dalam wawancara ekslusif ERA.id di program Speak Up, dikutip Minggu (29/1/2023).

Diketahui, Romy merupakan mantan narapirana korupsi (napirkor). Dia terjerat dalam kasus suap Kakawanwil Kementerian Agama pada 2019 lalu dan dibebaskan dari penjara pada 2020.

Berdasarkan pengalamannya, para narapidana dianggarkan Rp12.000 per hari per sekali makan. Hal ini berlaku bagi seluruh narapiana, tidak terkecuali para koruptor.

"Memang anggaran makan di seluruh tananan kita, bukan hanya KPK, kalau enggak salah jatahnya itu dalam satu hari mungkin sekitar Rp12.000 sekali makan," kata Romy.

Dengan anggaran Rp12.000 per sekali makan, menurutnya makanan yang diperoleh narapidana kurang layak. Misalnya, dalam sehari hanya satu kali saja mereka mendapat lauk berupa ati ampela.

"Lauknya cuma daging, paling ampela ati setiap hari sekali saja dari tiga kali makan," katanya.

Kadang kala, kata Romy, para tahanan bisa merasakan makanan enak apabila dikunjungi oleh keluarga. Namun, kunjungan keluarga pun dibatasi dalam sepakan hanya boleh dua kali saja.

"Kita hanya boleh dikunjungi dua kali. Jadi orang rumah bisa kirim makanan ya hanya pas dua kali itu," ucapnya.

Menurutnya, tidak seharusnya para narapidana diperlakukan tak manusiawi oleh pemerintah. 

"Tidak semestinyalah diperlakukan seperti itu. Gitu kira-kira, ini riil," katanya.