Airlangga Harap Indonesia Bisa Keluar dari Middle Income Trap pada Tahun 2035

ERA.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi merupakan salah satu kunci penting untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

"Revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi merupakan upaya strategis untuk mewujudkan SDM yang unggul menuju Indonesia Emas 2045," kata Airlangga Hartarto dalam acara Peluncuran Perpres No.68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi & Konferensi TVET Nasional yang diikuti secara daring di Jakarta dikutip dari Antara, Selasa (21/2/2023).

Airlangga yang juga Pengarah Tim Koordinasi Nasional Vokasi (TKNV) tersebut mengatakan terkait dengan pentingnya upaya mewujudkan SDM unggul, pemerintah meluncurkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Airlangga mengingatkan mengenai pentingnya kolaborasi dan sinergi untuk mengoptimalkan program pendidikan dan pelatihan vokasi.

"Perlu gotong royong untuk menciptakan SDM yang kompeten, produktif dan berdaya saing dalam rangka menyongsong Indonesia Emas dan tidak kalah penting adalah untuk menyongsong bonus demografi," katanya.

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia segera mencapai bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan baik melalui penguatan kapasitas SDM yang berkualitas.

"Kunci utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan bonus demografi adalah melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia," katanya.

Terkait hal itu, kata dia, seluruh pemangku kepentingan perlu berperan aktif dalam upaya mengakselerasi sumber daya manusia yang unggul.

"Dengan demikian, revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi diharapkan menjadi kunci mendorong SDM siap kerja dan siap berkontribusi dalam program pembangunan nasional," katanya.

Airlangga mengatakan akselerasi program untuk menciptakan SDM unggul diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk keluar dari middle income trap (terjebak di tingkat pendapatan menengah)

"Indonesia berharap bisa keluar dari middle income trap pada tahun 2035, salah satu upayanya adalah dengan memperkuat program untuk mewujudkan SDM unggul dan juga berkualitas," kata Airlangga Hartarto.