Produksi Busana Muslim Asal Cimahi Banjir Pesanan di Bulan Ramadan, Omzet hingga Rp300 Juta

ERA.id - Bisnis busana muslim semakin bergairah seiring meningkatnya animo masyarakat untuk berbelanja saat bulan Ramadan. Pesanan pun meningkat dratis dibandingkan biasnya.

Hal itu dialami langsung Lia Nilan Dewi, salah seorang pengusaha busana muslim asal Jalan Margaluyu, RT 01/02, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Perempuan berusia 50 tahun itu mengaku kebanjiran order sejak dua bulan lalu hingga memasuki bulan Ramadan 1444 Hijriah atau 2023 ini. Ia mengaku pesanan baju muslim meningkat hingga 150 persen.

"Dua bulan sebelumnya udah rame yang mesen. Meningkatnya ada sampai 150 persen," tutur Lia saat ditemui pada Sabtu (25/3/2023).

Dia mengatakan, biasanya dalam sebulan hanya menerima pesanan baju muslim dengan brand Lya Moslem Gallery hanya sekitar 400 pcs setiap bulannya. Namun dalam dua bulan terakhir naik hingga 800-1.000 pcs setiap bulannya.

Melonjaknya pesanan baju muslim khusus perempuan itu jelas mendongkrak omzet yang didapat Lia. Jika biasanya ia hanya mendapat sekitar Rp100 juta lebih setiap bulan, maka memasuki bulan Ramadan bisa mencapai Rp300 juta.

"Kalau puasa dan mau lebaran ini bisa Rp250-300 juta setiap bulannya. Bajunya saya jual Rp250-500 ribu per pcs," terang Lia.

Dia mengatakan, penjualan fashion muslim itu dipastikan akan terus bertambah pasalnya ia hingga saat ini masih membuka pesanan meskipun akan dibatasi untuk setiap modelnya. "Sampai sekarang masih menerima pesanan, tapi kayanya akan dibatasi soalnya ada keterbatasan di bahan sama waktu takut enggak terkejar sampai lebaran," ujarnya.

Lia mengungkapkan, sebetulnya pemesanan bulan Ramadan setelah pandemi COVID-19 menurun jika dibandingkan sebelumnya. Sebelum pandemi, dia bisa menjual hingga 2.000 pcs saat momen bulan suci ini.

"Kemudian setelah pandemi itu pasarnya jadi sulit terbaca, beda sama sebelumnya. Misalnya, trennya apa nih, biasanya saya langsung membacanya, tapi sekarang susah karena semakin banyak pesaing," ungkap Lia.

Memulai Bisnis Fashion Muslim Sejak Tahun 2016

Sebelum memulai bisnis busana muslim, Lia pernah mencoba berkarir di berbagai bidang. Dari mulai bekerja di sebuah pabrik pupuk, hingga membuka toko ponsel dan usaha kuliner, dia akhirnya merambah bidang konveksi.

Setelah bekerja dengan kakanya di bidang konveksi, Lia membuka toko busana muslim di Tanah Abang, Jakarta namun hanya bertahan dua tahun. Hingga akhirnya memutuskan membuka produksi busana muslim dengan brand sendiri.

"Modalnya itu Rp6 juta, dapat omzet pertama kali waktu itu sekitar Rp28 juta sebulan," ucap Lia.

Ia tidak membuka toko offline sendiri untuk menjual baju-bajunya. Namun memanfaatkan agen yang sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dari mulai Jawa Barat, Jabodetabek hingga wilayah Kalimantan.

Tercatat ada sekitar 58 unit agen yang menjual busana muslim Lya Moslem Gallery milik Lia, meskipun tidak semuanya aktif. "Sekarang itu yang aktif paling sekitar 25 unit, dan 80 persen itu pelanggannya justru kebanyakan ada di Kalimantan," sebutnya.

Tidak hanya memproduksi sendiri, Lia yang dibantu belasan karyawannya itu memproduksi busana muslim pesanan brand lain. "Saya juga bikin untuk brand orang lain. Ada yang ngasih kainnya kita yang ngerjain, ada yang semuanya dari saya modelnya dari pemesan. Seminggu itu rutin ada 120 pcs," ungkapnya.