Film Buya Hamka Bangun Surau dan Kincir Air, Vino G Bastian Ungkap Warga Setempat Beri Apresiasi Positif

ERA.id - Biaya produksi film Buya Hamka memakan biaya fantastis hingga mencapai Rp70 miliar. Salah satu peruntukannya adalah membangun set, berupa surau (musholla) dan kincir air. Pemeran utama film Buya Hamka, Vino G Bastian ungkap bahwa warga setempat memberikan apresiasi positif. 

Suami Marsha Timothy ini mengungkapkan kedua set itu dibangun guna kebutuhan scane yang ada di dalam film Buya Hamka. Membangun dan mempersiapkan set surau dan kincir angin tersebut membutuhkan waktu selama 30 hari.

Tak heran, surau dan kincir angin yang ada di lokasi syuting film Buya Hamka menjadi sorotan dimedia sosial. Vino mengatakan surau itu sebenarnya dibangun untuk keperluan syuting. Lalu, kedua set itu dihibahkan untuk warga sekitar.

"Musala yang kita bangun, yang ada di sosial media itu sampai sekarang masih ada. Jadi dihibahkan oleh Falcon Picture dan Supervision untuk warga di sana," kata Vino, saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Kamis (30/3/2023).

Bapak anak satu ini mengungkapkan banyak warga yang penasaran usai surau itu dibangun. Lalu, warga sekitar bertanya mengenai pembangunan sarau tersebut.

Vino G Bastian (Foto: Era.id/Adelia Hutasoit)

"Jadi ketika kita, Mas Donny (Damara), yang banyak syuting di sana jadi ketika musala itu dibangun warga itu masih bertanya-tanya ini mau bangun apa? sampai setelah musala itu jadi surau," ucap Vino.

Aktor berusia 41 tahun ini melihat banyak warga sekitar yang berfoto di depan surau dan kincir angin usai syuting film Buya Hamka. Ia juga mengaku sedih karena tidak bisa memakai surau itu lagi.

"Setelah kita syuting, warga berfoto disitu karena ada kincir airnya. Dan ketika kita pindah lokasi lain, agak rasa sedih meninggalkan surau," ungkap Vino.

Vino G Bastian (Foto: Era.id/Adelia Hutasoit)

Vino mengatakan bahwa warga sekitar meminta agar tidak surau tidak dihancurkan atau dibongkar kembali. Warga sekitar begitu menjaga surau peninggalan dari para kru Falcon Pictures dan Starvision.

"Warga disana meminta jangan dirubuhkan suraunya'. Walau itu bukan tempat asli kejadian haji rassul, ayahnya Buya Hamka, menjadi menapak tilas," tutur Vino.

Bintang film Miracle in Cell No.7 ini mendapatkan info dari netizen bahwa para warga rela memindahkan hingga mengangkat surau secara gotong royong. Sebab, lokasi tersebut sedang banjir.

Film Buya Hamka (Foto: Era.id/Adelia Hutasoit)

"Dan ketika surau itu bisa di sosial media, ada beberapa yang DM ke saya sekarang surau itu saking warga cinta sama surau, itu digotong sama-sama dipindahkan karena lagi banjir di situ," tutur Vino.

"Jadi warga nggak mau surau itu hanyut, jadi warga sekitar bergotong-royong untuk memindahkan itu bergeser agak menjauh dari sungai itu," lanjutnya.

Vino G Bastian begitu terharu dengan apresiasi warga sekitar yang menjaga surau dan kincir angin peninggalan dari para kru Falcon Pictures dan Starvision.

"Jadi MasyaAllah warga disana sangat care sekali, padahal itu bukan peninggalan Buya Hamka, peninggalan syuting. Tapi mereka menghargai karena dipakai untuk syuting Buya Hamka di sana." tambahnya.