Wajar Elektabilitas Cak Imin Melejit, Hensat Beberkan Alasan

ERA.id - Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai kinerja politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar lebih mumpuni dibandingkan tokoh-tokoh politik lainnya.

"Dan bahkan melebihi Prabowo Subianto yang digadang-gadang sebagai capresnya," kata Hendri Satrio, Sabtu kemarin.

Pernyataan Hensat ini menanggapi hasil survei Polmark terbaru yang menempatkan Cak Imin di posisi kelima besar capres.

Lebih lanjut, pria berakronim Hensat ini mengatakan wajar, sebab selain faktor grass root PKB yang kuat dan loyal ke dirinya, juga kerja-kerja politik Cak Imin yang substansial selama beberapa tahun terakhir

"Pada saat pandemi Cak Imin melakukan banyak hal, bahkan ia menggelar perhelatan Festival Cak Imin di berbagai kota besar. Ini membuat popularitasnya naik dan peran nahdliyin amat besar untuk melambungkan popularitasnya," ujar Hendri.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini mengakui Cak Imin memiliki kepemimpinan yang luar biasa dan mampu membuat partai yang didirikan Gus Dur ini bisa menyalip PAN, PKS, dan PPP, dan menjadi partai Islam terbesar.

"Sosoknya tidak bisa dianggap remeh. Dan hari ini ia masuk dalam 5 besar kandidat capres, maka artinya sangat potensial menjadi salah satu tokoh yang harus menjadi pertimbangan penting bagi kandidat capres lain untuk menarik Cak Imin menjadi pendamping," kata Hensat.

Sebelumnya survei Polmark terbaru menunjukkan perolehan kandidat capres Ganjar Pranowo (22,8 persen), Prabowo Subianto (17,4 persen), Anies Baswedan (13,9 persen), dan Ridwan Kamil (5,2 persen) masih memegang elektabilitas tinggi sebagai calon presiden.

Namun Muhaimin Iskandar telah melesat ke posisi lima besar dengan 4,8 persen.

Menurut CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah, ini adalah perkembangan yang menarik. Cak Imin tiba-tiba menjadi sorotan publik saat survei Polmark Indonesia diumumkan.

Nama Cak Imin mulai senyap di bursa bacapres nasional. Namun namanya melonjak masuk pada lima besar skor nasional calon presiden, dan di Jawa Timur namanya mengalahkan Anies Baswedan dan Khofifah Indar Parawansa.