Para Pemimpin G7 Sepakat Bersikap Tegas ke China, PM Inggris: China Tantangan Terbesar Zaman Kita

ERA.id - Tujuh negara yang tergabung dalam G7 mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Hiroshima, Jepang, pada tanggal 19-21 Mei kemarin. Selain mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, G7 juga mendiskusikan sikap mereka terhadap China ke depannya.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan China menimbulkan "tantangan terbesar di zaman kita" dalam hal keamanan dan kemakmuran global, dan "semakin otoriter di dalam dan luar negeri" seperti dilansir dari BBC.

Dalam beberapa tahun terakhir, China tidak takut untuk memberikan sanksi perdagangan kepada negara-negara yang tidak menyukainya, termasuk Korea Selatan dan Australia.

Uni Eropa juga sangat khawatir ketika China memblokir ekspor Lituania setelah negara Baltik mengizinkan Taiwan untuk mendirikan kedutaan de facto di sana.

Sikap China tersebut menurut para pemimpin G7 berupaya untuk "merusak kebijakan dan posisi luar negeri dan dalam negeri anggota G7 serta mitra di seluruh dunia".

Mereka menyerukan untuk berdiplomasi lebih keras dengan China, mencegah ketergantungan sumber perdagangan terhadap China, dan melindungi perdagangan dan teknologi mereka.

G7 juga berencana memperkuat rantai pasokan untuk barang-barang penting seperti mineral dan semikonduktor, serta memperkuat infrastruktur digital untuk mencegah peretasan dan pencurian teknologi.

Amerika Serikat (AS) sudah melakukan itu dengan larangan ekspor chip dan teknologi chip ke China, yang telah bergabung dengan Jepang dan Belanda. G7 mempertegas bahwa upaya semacam itu tidak hanya akan berlanjut, tetapi juga meningkat, meskipun ada protes dari Beijing.