Indonesia Bidik Pasar Kereta Api Meksiko

Jakarta, era.id - Selamat Hari Kereta Api Nasional. Ada kabar baik buat kita semua nih, friends. Beberapa waktu lalu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mexico City menyelenggarakan kegiatan temu bisnis bersama dengan Asosiasi Angkutan Kereta Meksiko (AMF). Dalam kesempatan itu, Indonesia sampaikan niat untuk terjun ke industri kereta api Meksiko.

Kegiatan temu bisnis yang diselenggarakan pada 25 September di Mexico City itu bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor dengan Meksiko, terutama transportasi.

Kegiatan temu bisnis itu dihadiri oleh Senior Vice President PT INKA, Wai Wahdan, Marketing Director PT Barata Indonesia, Tony Budi Santosa, Foundry Plant Manager PT Barata Indonesia, Beny Andika, dan sebanyak 15 pengusaha anggota AMF.

Direktur Jenderal AMF Iker de Luisa Palazas menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik insitiatif PT INKA dan PT Barata Indonesia untuk berkunjung dan melihat peluang pasar industri perkeretaapian di Meksiko.

Untuk itu, dalam pertemuan bisnis tersebut, para anggota AMF dapat mencari tahu produk perkeretaapian yang ditawarkan PT INKA dan PT Barata Indonesia. Para anggota AMF itu adalah entitas bisnis perkeretaapian yang mewakili sektor angkutan, infrastruktur, keuangan dan penyedia (supplier).

Terkait potensi industri perkeretaapian di Meksiko, Direktur Jenderal AMF mengemukakan bahwa menurut catatan World Bank Group, Meksiko saat ini adalah negara terbesar ke-10 dalam hal angkutan kereta.

Meksiko juga adalah salah satu negara yang saat ini terus berupaya meningkatkan infrastruktur perkeretaapian, antara lain dengan terus membangun jalur-jalur kereta yang menghubungkan antarkota dan antarpelabuhan, termasuk pelabuhan darat (inland port) Ferrovalle di Mexico City.

Menanggapi Direktur Jenderal AMF, Duta Besar RI untuk Meksiko Yusra Khan menyambut baik kerja sama antara KBRI Mexico City dengan AMF untuk mengadakan pertemuan bisnis di bidang perkeretaapian.

Pertemuan antar entitas bisnis perkeretaapian kedua negara akan makin membuka peluang bagi kedua pihak untuk menjalin kerja sama konkret, disamping dapat membuka kesempatan bagi fasilitasi peluang PT INKA dan PT Barata Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur di Meksiko.

Sementara itu, Senior Vice President PT INKA, Wai Wahdan dan Foundry Plant Manager PT Barata Indonesia, Beny Andika memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan masing-masing perusahaan, seperti lokomotif, pembangkit listrik dan Bogie Reefer, gerbong kontainer serta berbagai suku cadang kereta lainnya. Produk-produk tersebut selain untuk penggunaan di dalam negeri, juga ditujukan untuk ekspor.

Produk-produk PT INKA dan PT Barata Indonesia sudah mampu bersaing dalam tender internasional, seperti di Bangladesh, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Di negara-negara tersebut, produk-produk PT INKA dan PT Barata Indonesia sudah digunakan dan dioperasikan.

Pertemuan bisnis yang diselenggarakan KBRI Mexico City adalah pertemuan yang selalu diselenggarakan untuk mendorong pelaku usaha di kedua negara untuk saling mengenal potensi ekonomi masing-masing dan diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bisnis antara pengusaha Indonesia dan Meksiko. Kegiatan itu juga dimaksudkan untuk lebih mengenalkan Meksiko sebagai pasar non-tradisional.

Potensi Meksiko, sebagai negara berpenduduk sekitar 124 juta jiwa dan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat kegiatan yang menghubungkan Amerika Utara dan Amerika Latin, sangat layak untuk dilirik sebagai pintu masuk produk-produk Indonesia ke kawasan Amerika. Budi Suyanto.

Tag: bea cukai rokok hari perempuan internasional kecelakaan kereta api hari kereta api nasional