Gantung Liga 1, Kemenpora Anggap PSSI Tidak Mendidik

Jakarta, era.id - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Semenpora) Gatot S Dewa menilai, keputusan ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mengubah pemberhentian sementara selama dua pekan dari Kemenpora menjadi tanpa batas waktu merupakan sikap tidak mendidik.

Apalagi, menurut Gatot, dengan motto PSSI yang mengusung profesional dan bertabat tidak selaras dengan keputusan Edy Rahmayadi untuk tidak menentukan batas waktu pemberhentian sementara Liga 1.

“Ini sebetulnya kurang mendidik. Kan mottonya PSSI itukan profesional bermartabat. Artinya kalau dia profesional harus ada hitung-hitungan, ada indikator ada sudentitinya, mau sepekan, dua pekan atau tiga pekan supaya klub itu bisa berhitung terhadap investor, sponsor dan berhitung terhadap para pemangku kepentingan,” ujarnya, saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/2018).

“Tapi kalau sampai waktu yang tidak ditentukan, kami lebih baik mendengar (sanksinya) lebih baik besok atau minggu depan. Kayak orang pacaran kalau cuma digantung aja kan enggak suka juga,” sambungnya.

Menurut Gatot, PSSI harus bisa memberikan keputusan yang tegas agar masalah seperti ini tidak lagi terulang. Selain itu, katanya, Kemenpora tidak akan ikut campur mengenai pemberian sanksi terhadap klub sepak bola tersebut.

“Tadi sudah saya kemukakan, ini kami jamin ya ini bukan pembekuan seri kedua. Kami hanya menghentikan karena suasana berduka dan supaya ada evaluasi untuk mengentikan selama dua pekan saja nah selama dua pekan ini kami akan evaluasi apa sih sanksi yang akan diberikan oleh PSSI atau keputusan yang diambil oleh PSSI supaya betul-betul ada keputusan yang sangat mengakar tidak boleh terjadi lagi,” jelasnya.

Pemerintah, kata Gatot, membebaskan PSSI untuk memutuskan sanksi dan selama kurun waktu dua pekan jika tidak ada keputusan dari PSSI, pihak Kemenpora akan memberikan catatan-catatan kepada PSSI.

“Istilahnya tadi saya katakan yakinkan pemerintah bahwa keputusan PSSI itu akan betul-betul nendang. Terhadap klub dan suporter, ini biarkan sanksi itu diberikan oleh PSSI, dalam konteks jangan paksa kami untuk memberikan sanksi. Karena kalau kita berikan sanksi nanti ujung-ujungnya dibilang intervensi,” jelasnya.

“Kami akan memberikan catatan-catatan seperti pada rapor yang disesuaikan dengan UU terkait. Kalau catatan ini tidak dijalankan tentu ada konsekuensi yang akan diterima PSSI,” tuturnya.

Baca Juga : Slogan 'Olahraga Mempersatukan Bangsa' di Tengah Kasus Haringga

Tag: pssi